Ijeck Nafi Komunikasi dengan Plt Ketua Golkar Sumut

Ijeck Nafi Komunikasi dengan Plt Ketua Golkar Sumut

Penolakan Ijeck terhadap Pernyataan Plt Ketua Golkar Sumut

Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck menyangkal pernyataan dari Plt Ketua DPD Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Menurut Ijeck, ia tidak pernah melakukan komunikasi dengan Doli dalam menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut.

Ijeck mengatakan bahwa dirinya tidak pernah dihubungi oleh Doli sejak Doli menjabat sebagai Plt Ketua Golkar Sumut. Bahkan, ia menyebut bahwa tidak ada pembahasan apapun terkait posisi Plt tersebut, terlepas dari masa jabatannya yang akan berakhir.

"Saya tidak pernah ada komunikasi dengan Doli usai dia menjabat sebagai Plt Ketua Golkar Sumut. Apalagi untuk menjembatani membahas mengenai Plt ini, bahkan menjelang habis periode saya memimpin DPD Golkar Sumut," ujarnya pada Jumat (26/12/2025).

Ijeck merasa heran dengan pernyataan Doli mengenai kader Golkar Sumut yang tidak terakomodir selama kepemimpinannya. Ijeck menegaskan bahwa jumlah kader yang masuk menjadi pengurus DPD Golkar Sumut mencapai 200 orang, yang merupakan jumlah terbanyak dibandingkan periode sebelumnya.

"Sebenarnya yang mana yang tidak terakomodir. Ada 200 kader masuk menjadi pengurus DPD Golkar Sumut dan ini menjadi yang paling banyak untuk di pengurusan Sumut," kata Ijeck.

Ijeck juga menanggapi isu dinamika internal yang disebut-sebut terjadi selama masa jabatannya. Menurutnya, hal itu hanya upaya untuk mencari kelemahan. Ijeck menegaskan bahwa kader Golkar Sumut selalu menjaga nama baik partainya dan tidak membuat opini yang tidak benar.

"Saya rasa ini sudah mencari kelemahan. Kader Golkar Sumut selalu menjaga nama baik partainya, bukan malah membuat opini yang tidak benar," katanya.

Mengenai kader yang tidak terakomodir, Ijeck mengklaim bahwa DPD Golkar Sumut memiliki pengurus terbanyak dibandingkan periode sebelumnya. Baginya, isu tersebut sengaja diada-adakan untuk menjelek-jelekkan kepemimpinannya.

"Lucu juga mendengar hal itu, karena seluruh daerah dan partai lainnya juga pasti tidak mampu untuk mengakomodir seluruhnya. Kader Golkar Sumut itu tidak sedikit, jumlahnya sangat banyak," ucapnya.

Berdasarkan data, jumlah kader Partai Golkar Sumut meningkat drastis selama kepemimpinan Ijeck. Dari data tahun 2017 yang mencatat 44.407 kader, jumlah tersebut meningkat menjadi 241.273 orang pada 2023.

"Apa semuanya ini yang dimaksud Doli untuk diakomodir?" tanyanya.

Ijeck menegaskan bahwa ia tidak mungkin menjalankan roda partai politik sendiri. Seluruh kader dilibatkan dalam berbagai kegiatan, baik internal maupun eksternal yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

"Lima tahun saya menjabat tidak pernah ada kader yang bertengkar atau pun mengalami masalah sesama kader. DPD Golkar Sumut periode 2020-2025 telah menciptakan sejarah baru di Sumatera Utara," ungkapnya.

Ijeck juga menyampaikan bahwa ia telah menerima keputusan yang dikeluarkan oleh DPP Golkar. Meskipun demikian, ia berkewajiban untuk menyampaikan bahwa DPD Golkar Sumut tidak dalam kondisi darurat seperti yang digambarkan.

"Saya sudah menerima dengan lapang dada mengenai Plt DPD Golkar Sumut ini. Namun saya juga berkewajiban untuk menyampaikan kepada publik bahwa DPD Golkar Sumut tidak dalam kondisi darurat seperti yang digambarkan. Kita hanya berbeda dalam menilai cara terbaik menjaga solidaritas partai," katanya.

Pada 2024 lalu, DPD Golkar Sumut berhasil memenangkan Pemilihan Legislatif (Pileg). Di bawah kepemimpinan Ijeck, DPD Golkar Sumut meraup suara sebesar 1.712.074.

Jumlah kader yang duduk di DPR RI meningkat dari 4 menjadi 8. Untuk di DPRD Sumut, jumlahnya naik dari 15 menjadi 22 kader. Di tingkat DPRD kabupaten/kota, jumlah kader Golkar juga meningkat dari 184 menjadi 208.

Golkar Sumut juga berhasil mencapai target DPP pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Target DPP sebesar 60 persen kemenangan tercapai dengan capaian sebesar 64 persen.

Selain itu, DPD Golkar Sumut turut serta mengerahkan seluruh kekuatan untuk memenangkan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan