Iklim Investasi Kota Malang Melesat, Hotel Luminor dan Dinoyo Oasis Mulai Dibangun

Iklim Investasi Kota Malang Melesat, Hotel Luminor dan Dinoyo Oasis Mulai Dibangun

Kota Malang Siap Menjadi Kota Metropolitan

Kota Malang terus menunjukkan tanda-tanda keberhasilannya dalam menjadi kota metropolitan. Investasi yang terus mengalir menjadi bukti bahwa kota pendidikan ini semakin diminati oleh para investor. Terbaru, Hotel Luminor Malang dan Dinoyo Oasis Apartment melakukan Ground Breaking di Kota Malang yang terkenal dengan statusnya sebagai kota pendidikan, pada Jumat (12/12/2025) sore.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, hadir langsung bersama para pejabat TNI, Polri, serta Bupati Malang, Sanusi, untuk melakukan Ground Breaking Patel (Apartment dan Hotel) seluas 49.381 meter persegi.

Wahyu Hidayat menilai bahwa Ground Breaking ini menjadi salah satu penanda bahwa iklim investasi di Kota Malang semakin atraktif dan dipercaya oleh investor. Ia menyatakan bahwa pengembangan tersebut sejalan dengan visi besar pembangunan kota berbasis kearifan lokal, tetapi tetap menyesuaikan pertumbuhan yang terjadi.

"Malang ingin naik kelas, tapi tetap berkarakter. Pembangunan seperti ini menjadi kebanggaan karena menunjukkan bahwa Kota Malang semakin inklusif untuk investasi," ujar Wahyu.

Perkembangan Kota Malang kini semakin kompleks dan dinamis. Dengan jumlah penduduk hampir 900 ribu jiwa, tambahan sekitar 800 ribu mahasiswa yang beraktivitas setiap hari membuat total populasi yang tinggal dan menetap sementara di Malang mencapai hampir 1,5 juta jiwa.

Jadi jika ditotal hampir 1,5 juta jiwa yang beraktifitas di Kota Malang, jadi pola pengembangan harus mengikuti karakter kota metropolitan, kata Wahyu.

Wahyu menyebut bahwa pada 2026, Kota Malang masuk dalam usulan Kementerian PUPR untuk menjadi salah satu dari lima kota yang berstatus metropolitan. Status tersebut akan mengubah pola pengembangan kawasan, termasuk mekanisme dukungan pemerintah pusat dan alokasi anggaran negara.

Ia menilai pembangunan yang dilakukan di Hotel Luminor Malang dan Dinoyo Oasis Apartment merupakan bagian dari upaya bersama mendorong Malang lebih berdaya saing. Harapannya memberi dampak positif, membuka lapangan kerja, dan mendongkrak perekonomian daerah, pungkasnya.

Konsep Batik Malangan dalam Pengembangan Kawasan

Sementara itu, Direktur Utama PT Graha Cakra Mas Abadi, Raden Ridho Widyananto, menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini tidak sekadar membangun hunian dan fasilitas komersial, namun menghadirkan identitas khas Malang. Pihaknya akan membangun Patel itu dengan konsep Batik Malangan.

Penataan dan pengembangan sangat dibutuhkan. Kami membangun dengan keterbatasan yang ada dan tetap mengangkat identitas batik Malangan serta konsep ramah lingkungan, terang Ridho sapaan akrabnya.

Ridho menambahkan, proyek ini diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat Kelurahan Dinoyo, sekaligus membuka lapangan kerja baru. Direksi dan manajemen selalu memperhatikan seluruh ketentuan investasi, jelasnya.

Pihaknya yakin bahwa bisnis hotel dan apartemen masih memiliki peluang untuk terus bertumbuh di Kota Malang. Salah satunya dengan status Kota Malang sebagai kota metropolitan dengan pertumbuhan penduduknya.

"Salah satunya kan mahasiswanya mencapai ratusan ribu. Nanti total sekitar ada 870 kamar, 150 diantaranya untuk hotel," tuturnya.

Perkembangan Infrastruktur dan Investasi

Pengembangan infrastruktur dan investasi di Kota Malang terus meningkat. Dengan adanya proyek-proyek besar seperti Hotel Luminor Malang dan Dinoyo Oasis Apartment, Kota Malang semakin siap untuk menjadi kota metropolitan. Proyek ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Investor mulai melihat potensi besar yang dimiliki oleh Kota Malang. Selain memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, kota ini juga memiliki daya tarik yang kuat karena keberadaan universitas-universitas ternama dan aktivitas mahasiswa yang aktif setiap harinya.

Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat mempercepat proses perkembangan kota dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Proyek ini juga menjadi contoh bagaimana pembangunan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan