
nurulamin.pro, PELAIHARI – Dampak video viral dugaan pencurian sapi di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih dirasakan oleh remaja berusia 16 tahun yang terekam sebagai sopir pikap dalam video tersebut.
Hingga sekarang pelajar yang diketahui bukan pelaku pencurian itu, belum berani kembali masuk sekolah.
Rasa malu dan tekanan psikologis akibat video yang telanjur tersebar luas di media sosial membuat pelajar menengah atas ini memilih mengurung diri di rumah.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh ibunya, Siswati, saat dihubungi jurnalis nurulamin.pro, Senin (12/1/2026) pagi hari ini.
“Anak saya sampai hari ini belum mau sekolah. Setiap kali kami ajak bicara soal sekolah, wajahnya langsung pucat. Dia masih sangat malu,” ujar Siswati, warga Tala ini.
Menurut Siswati, sejak kejadian tersebut anaknya mengalami perubahan sikap yang cukup drastis. Ia jarang berkomunikasi, enggan keluar rumah, dan terlihat terpukul secara mental.
“Anak saya hampir tidak pernah keluar rumah. Kalau diajak bicara pun lebih banyak diam. Kelihatan sekali dia tertekan,” ungkapnya.
Siswati mengaku telah berulang kali mencoba menenangkan sang anak. Ia bahkan menjelaskan bahwa persoalan yang menjeratnya sudah diluruskan melalui pemberitaan dan upaya klarifikasi.
“Saya bilang ke dia, ini sedang ada yang membantu, nanti kalau semuanya sudah selesai dan ada klarifikasi, sekolah lagi ya. Tapi dia hanya diam, wajahnya pucat, tidak menjawab apa-apa,” tutur Siswati.
Sebagai orangtua, Siswati mengaku sangat prihatin melihat kondisi psikologis anaknya. Ia berharap ada empati dari masyarakat serta pihak yang membuat/menyebarkan video tersebut bersedia melakukan klarifikasi secara terbuka melalui video lanjutan yang menerangkan bahwa anaknya bukan pelaku pencurian sapi itu.
Masalah dugaan pencurian sapi tersebut memang telah selesai. Orang yang mengambil sapi dan pihak penggaduh sapi tersebut telah berdamai.
Namun dampaknya masih mendera anak Siswati. "Kami hanya ingin nama baik anak kami pulih, supaya dia bisa kembali bersekolah dan menjalani hidup seperti biasa,” pungkasnya.
(nurulamin.pro/banyu langit roynalendra nareswara)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar