
Kinerja Keimigrasian di Sumatera Utara Tahun 2025
Kinerja keimigrasian di Sumatera Utara sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian signifikan yang terlihat dari peningkatan arus perlintasan, peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP), serta percepatan layanan berbasis teknologi. Berbagai inovasi dan pelayanan yang diterapkan telah membawa dampak positif bagi masyarakat dan sistem keimigrasian secara keseluruhan.
Peningkatan Arus Perlintasan
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumut, Teodorus Simorangkir, menyampaikan bahwa hingga 30 November 2025, Imigrasi Sumut mencatat total 1.093.063 keberangkatan udara dan 1.126.694 kedatangan udara. Hal ini menjadikan bandara sebagai simpul terbesar pergerakan internasional di wilayah tersebut.
Pada sektor laut, jumlah keberangkatan mencapai 106.551 orang, sementara kedatangan tercatat 77.746 orang. Peningkatan lalu lintas internasional turut berbanding lurus dengan capaian PNBP. Tahun 2025, realisasi PNBP keimigrasian di Sumut menembus Rp 203.686.721.822, atau 143,77 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 141,6 miliar.
Kontribusi Layanan Paspor
Salah satu kontribusi terbesar berasal dari layanan paspor, di mana penerbitan sepanjang 2025 mencapai 227.530 paspor, menghasilkan PNBP sebesar Rp 163,8 miliar, naik Rp 21,9 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Teodorus menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kebutuhan layanan keimigrasian masyarakat dan efektivitas inovasi yang diterapkan.
Lonjakan angka ini menunjukkan bahwa layanan imigrasi semakin dibutuhkan, dan tugas kami adalah memastikan prosesnya semakin cepat, aman, dan nyaman, ujarnya.
Pengoperasian Autogate
Capaian besar tahun ini juga didorong oleh pengoperasian 30 unit Autogate di Bandara Internasional Kualanamu sejak Juni 2025. Sistem pemeriksaan otomatis ini mempercepat proses imigrasi menjadi hanya 10 hingga 15 detik per orang, sekaligus terhubung dengan basis cekal nasional dan Interpol.
Dengan implementasi tersebut, Kualanamu menjadi Tempat Pemeriksaan Imigrasi kelima di Indonesia yang menjalankan teknologi ini. Teodorus menyebut Autogate sebagai terobosan strategis yang berdampak langsung pada publik.
Autogate mempercepat arus penumpang dan mengurangi antrean secara drastis. Ini bukti bahwa modernisasi pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat, katanya.
Peningkatan Izin Tinggal
Selain peningkatan layanan perlintasan, angka pencapaian pada sektor izin tinggal juga menunjukkan kenaikan signifikan. Bebas Visa Kunjungan tahun 2025 mencapai 53.767, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2024. Izin Tinggal Kunjungan meningkat menjadi 8.634, sementara izin tinggal terbatas menyentuh 1.166 penerbitan.
Lonjakan ini menandakan meningkatnya aktivitas warga negara asing di Sumatera Utara, baik untuk tujuan wisata, pekerjaan, maupun investasi.
Penegakan Hukum
Pada sisi penegakan hukum, Imigrasi Sumut mencatat 255 tindakan deportasi, 158 pendetensian, serta pencekalan darurat terhadap 10 orang. Kakanwil menyebut bahwa angka ini bukan hanya representasi tindakan, tetapi bukti meningkatnya efektivitas pengawasan.
Penegakan hukum berjalan paralel dengan pelayanan. Pengawasan yang kuat memastikan mobilitas internasional terlindungi dari risiko penyalahgunaan, tegasnya.
Inovasi Pelayanan
Sejumlah inovasi pelayanan turut menjadi pondasi tingginya angka capaian tahun ini. Fasilitas PMI Lounge di Bandara Internasional Kualanamu dan Pelabuhan Teluk Nibung, yang telah melayani ribuan pekerja migran pulang ke Indonesia sepanjang 2025, mendapat apresiasi masyarakat. Lounge tersebut memberi rasa aman dan kenyamanan bagi para pahlawan devisa.
Kami ingin PMI disambut dengan layanan yang manusiawi dan ramah setelah bekerja bertahun-tahun di luar negeri. Itulah esensi fasilitas ini, kata Teodorus.
Transformasi layanan juga diperkuat melalui implementasi penuh Aplikasi All Indonesia di seluruh TPI Sumut sejak 1 Oktober 2025. Aplikasi yang terintegrasi dengan imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina ini mempermudah pelaporan kedatangan internasional.
Selain itu, program Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) turut menjangkau ribuan warga desa dalam edukasi keimigrasian, sedangkan program ketahanan pangan Pura Pangan di Rudenim Medan menghasilkan efisiensi anggaran dan meningkatkan aktivitas positif deteni.
Kesimpulan
Menutup laporan akhir tahun, Teodorus menegaskan bahwa angka capaian tersebut merupakan bukti transformasi menyeluruh yang dijalankan jajaran imigrasi sepanjang 2025.
Inovasi-inovasi ini bukan sekadar pencapaian organisasi, tetapi wujud nyata transformasi Imigrasi Sumut menjadi lebih modern, transparan, dan humanis. Kami ingin masyarakat merasakan manfaatnya langsung, dari bandara hingga desa, ujarnya.
Dengan tingginya angka capaian dan perluasan akses layanan, Imigrasi Sumut optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terlebih dengan segera beroperasinya dua kantor imigrasi baru di Tapanuli Utara dan Padang Sidempuan pada 2026.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar