Indonesia 'kepung' Juventus, persaingan Serie A makin sengit

Indonesia 'kepung' Juventus, persaingan Serie A makin sengit

Persaingan Papan Tengah Serie A Musim 2025/2026 Membuat Juventus Kewalahan

Persaingan di papan tengah Serie A musim 2025/2026 menunjukkan dinamika yang sangat menarik. Juventus, yang kini berada di peringkat ketujuh klasemen, justru menghadapi tekanan dari klub-klub yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia. Hal ini membuat laga-laga antara Juventus dan tim-tim tersebut semakin seru.

Pada pekan ke-14 Serie A, Juventus menduduki posisi ketujuh dengan total 23 poin. Tim asal Turin itu bersaing ketat dengan Como di peringkat keenam, Sassuolo di posisi kedelapan, serta Cremonese yang berada di peringkat kesembilan. Ketiga klub ini memiliki keterkaitan langsung dengan Indonesia, baik melalui kepemilikan klub, pemain, maupun pelatih.

Menariknya, tiga pesaing terdekat Juventus tersebut memiliki sosok Indonesia di dalamnya. Como diketahui dimiliki oleh pengusaha Indonesia, Sassuolo diperkuat pemain Timnas Indonesia Jay Idzes, sementara Cremonese mengandalkan kiper Emil Audero. Kondisi ini membuat peta persaingan papan tengah Serie A terasa unik. Untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, Juventus berada di tengah klub-klub yang memiliki sentuhan Indonesia.

Berdasarkan klasemen setelah 14 pertandingan, Juventus mengoleksi 23 poin hasil dari enam kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan. Sassuolo serta Cremonese membuntuti dengan perolehan 20 poin. Juventus bahkan baru saja mengalami kekalahan 1-3 dari Cremonese. Hasil tersebut semakin memperketat jarak antarklub di papan tengah.

Emil Audero Jadi Tumpuan Cremonese

Cremonese saat ini mengandalkan Emil Audero sebagai kiper utama. Penjaga gawang kelahiran Mataram, Indonesia, itu bergabung dengan Cremonese pada 2025 dengan status pinjaman dari Como. Emil Audero telah tampil dalam lima pertandingan Serie A musim ini dengan total bermain selama 450 menit. Ia tercatat baru kemasukan tiga gol atau rata-rata 0,6 gol per 90 menit.

Dari sisi atribut, Emil Audero dikenal memiliki keunggulan dalam refleks, penempatan posisi, serta kemampuan penyelamatan. Nilai pasarnya tercatat berada di angka 3,2 juta euro. Sebelum memperkuat Cremonese, Emil Audero memiliki riwayat panjang di dunia sepak bola Italia. Ia pernah membela Juventus di level junior dan senior, membela Sampdoria dalam 73 pertandingan, serta sempat bermain untuk Como.

Keberadaan Emil Audero menjadi salah satu faktor penting yang membuat Cremonese mampu bersaing di papan tengah dan menekan posisi Juventus.

Jay Idzes Perkuat Sassuolo

Sementara itu, Sassuolo diperkuat oleh Jay Idzes yang kini menjabat sebagai kapten Timnas Indonesia. Pemain berusia 25 tahun itu lahir di Belanda dan berposisi sebagai bek tengah. Jay Idzes memulai karier profesionalnya di FC Eindhoven sebelum bergabung dengan Go Ahead Eagles. Ia kemudian hijrah ke Venezia pada 2023 dan sempat mencetak gol perdananya di Serie A saat menghadapi Juventus pada 2024.

Pada Agustus 2025, Jay Idzes resmi bergabung dengan Sassuolo. Pemain bertinggi badan 190 cm itu dikenal kuat dalam duel udara serta memiliki akurasi operan yang mencapai 90,1 persen. Di level internasional, Jay Idzes debut bersama Timnas Indonesia pada Maret 2024 dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Vietnam. Hingga Oktober 2025, ia telah mengoleksi 16 caps dan satu gol.

Kehadiran Jay Idzes membuat lini pertahanan Sassuolo semakin solid. Sassuolo kini berada tepat di bawah Juventus dengan perolehan 20 poin.

Como Milik Pengusaha Indonesia

Dari sisi kepemilikan klub, Como 1907 juga memiliki ikatan kuat dengan Indonesia. Klub ini dimiliki oleh Djarum Group melalui SENT Entertainment. Mayoritas saham Como dipegang oleh dua bersaudara asal Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Mereka mengakuisisi klub tersebut pada 2019 setelah Como mengalami kebangkrutan.

Di bawah kepemilikan keluarga Hartono, Como perlahan bangkit dari Serie D hingga akhirnya promosi ke Serie A pada 2024. Investasi besar juga digelontorkan untuk penguatan skuad dan infrastruktur. Dengan kekuatan finansial yang dimiliki, Como kini menjadi salah satu pesaing serius di papan tengah Serie A. Keberadaan Como di posisi enam semakin menekan Juventus.

Situasi Persaingan yang Semakin Padat

Situasi ini membuat persaingan papan tengah Serie A musim ini semakin padat. Juventus yang selama ini dikenal sebagai raksasa Italia kini harus berjuang keras di tengah tekanan klub-klub dengan sentuhan Indonesia. Persaingan yang terjadi tidak hanya terlihat dari poin dan posisi di klasemen, tetapi juga dari keterlibatan para pemain dan pemilik klub yang memiliki latar belakang Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sepak bola Italia semakin global dan menarik perhatian banyak pihak.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan