Indonesia Menginginkan SDM Unggul? Ini Jawabannya Menurut Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah

Indonesia Menginginkan SDM Unggul? Ini Jawabannya Menurut Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah

Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Fondasi Pembangunan Manusia Indonesia

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kembali ditegaskan sebagai fondasi terpenting dalam pembangunan manusia Indonesia. Dalam Gelar Wicara Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 yang berlangsung di Jakarta, pemerintah, akademisi, dan para penggerak daerah menekankan bahwa investasi pada PAUD merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (PDM), Gogot Suharwoto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh Bunda PAUD di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pembangunan karakter dan kompetensi anak dimulai sejak usia dini. Pilar utama pembangunan manusia Indonesia yang unggul di masa depan adalah pendidikan anak usia dini yang bermutu.

Perluasan layanan PAUD mengalami kemajuan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini ditandai dengan Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 56 tahun mencapai 74,15%, serta 74,67% satuan PAUD telah menerapkan layanan holistik integratif (PAUD-HI) berdasarkan data DAPODIK, EMIS, dan BPS Tahun 2024. Pertumbuhan ini menjadi bukti hadirnya komitmen dan partisipasi semesta dalam mewujudkan PAUD bermutu.

Meski capaian tersebut menggembirakan, masih terdapat sekitar 2,8 juta anak usia 56 tahun yang belum mendapatkan layanan prasekolah. Tantangan terbesar muncul dari keterbatasan infrastruktur, kualitas pendidik, kondisi geografis, hingga tata kelola layanan. Karena itu, strategi PAUD inklusif-holistik yang melibatkan pemerintah daerah, sektor kesehatan, lembaga keagamaan, komunitas adat, hingga organisasi masyarakat menjadi prioritas utama dalam memperluas akses dan pemerataan.

Lebih lanjut, Direktur PAUD, Nia Nurhasanah, menegaskan kembali peran strategis Bunda PAUD sebagai penggerak utama di daerah. Bunda PAUD adalah pilar kelima Partisipasi Semesta. Mereka bukan hanya tokoh seremonial, tetapi penghubung penting antara kebijakan nasional dan kebutuhan nyata masyarakat. Mereka memastikan setiap anak mendapatkan layanan PAUD Holistik Integratif yang berkualitas, ujarnya.

Di sisi lain, Guru Besar UIN Jakarta, Maila Dinia Husni Rahiem, juga menekankan bahwa kerja-kerja Bunda PAUD merupakan praktik nyata investasi manusia yang paling menguntungkan. Mengutip ekonom peraih Nobel, James Heckman, ia menyampaikan bahwa investasi pada PAUD mampu menghasilkan tingkat pengembalian hingga 710% per tahun.

Inilah alasan mengapa layanan PAUD harus menjadi prioritas. Ia tidak hanya membangun kompetensi anak, tetapi juga mencegah munculnya masalah di jenjang berikutnya, katanya.

Gelar Wicara Apresiasi Bunda PAUD 2025 menampilkan praktik baik dari dua figur inspiratif: Aisyah Thisia Agustiar Sabran dari Provinsi Kalimantan Tengah dan Inocentia Kelanit Agawemu dari Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Dua daerah ini mewakili beragam tantangan dan keberhasilan implementasi PAUD di konteks yang berbeda.

Pendekatan Kolaboratif Aisyah Thisia Agustiar Sabran

Aisyah, Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Tengah, hadir dengan pendekatan kepemimpinan kolaboratif yang mampu memobilisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, guru PAUD, serta masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kunci penggerak PAUD di daerahnya adalah kemampuan menerjemahkan kebijakan pusat menjadi bahasa yang mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Saya harus memastikan setiap pihak memahami perannya. Ketika dinas kesehatan, dinas pendidikan, kader posyandu, PAUD, dan orang tua bergerak bersama, layanan PAUD menjadi lebih kuat dan berkelanjutan, ujarnya.

Di lapangan, Aisyah aktif membangun jejaring antara lembaga PAUD, posyandu, dan puskesmas untuk memperkuat layanan Holistik Integratiftermasuk skrining tumbuh kembang, edukasi pengasuhan, dan pemantauan gizi. Ia juga menggerakkan kampanye literasi PAUD ramah anak, menyediakan ruang bermain berbasis alam, serta memperluas akses bagi anak-anak di daerah pedalaman melalui kerja sama komunitas lokal.

Praktik baik ini berhasil meningkatkan angka partisipasi PAUD di beberapa kabupaten serta memperkuat dukungan pemimpin daerah dalam pendanaan layanan.

Peran Penting Bunda PAUD dalam Pembangunan Manusia

Bunda PAUD memiliki peran penting dalam membentuk fondasi yang kuat bagi generasi penerus bangsa. Mereka tidak hanya bertindak sebagai pengawas, tetapi juga sebagai penghubung antara kebijakan nasional dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan yang inklusif dan holistik, Bunda PAUD mampu memastikan bahwa setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam konteks pembangunan manusia, investasi pada PAUD memberikan manfaat jangka panjang. Dengan membangun kompetensi awal, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Selain itu, layanan PAUD yang berkualitas juga mencegah munculnya masalah sosial dan ekonomi di jenjang berikutnya.

Kesimpulan

Pendidikan Anak Usia Dini adalah fondasi penting dalam pembangunan manusia Indonesia. Dengan investasi yang tepat dan partisipasi dari berbagai pihak, PAUD dapat menjadi wadah yang mampu membentuk generasi yang unggul dan berkompeten. Bunda PAUD memainkan peran vital dalam memastikan bahwa layanan PAUD bisa diakses oleh semua anak, terlepas dari latar belakang mereka. Dengan pendekatan kolaboratif dan inklusif, PAUD dapat menjadi tulang punggung dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan