Indonesia Tanggapi Serangan ke Venezuela

Indonesia Menyerukan Perdamaian dalam Konflik dengan Amerika Serikat

Indonesia menunjukkan posisi yang jelas dalam menghadapi situasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Pemerintah RI menyampaikan pernyataan resmi melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang menekankan pentingnya penyelesaian damai melalui dialog dan langkah de-eskalasi.

Pernyataan Resmi Pemerintah Indonesia

Dalam pernyataannya, Kemlu RI menyampaikan bahwa semua pihak harus memprioritaskan perdamaian di tengah serangan besar-besaran yang terjadi. "Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog," demikian pernyataan yang dirilis melalui media sosial X.

Selain itu, Indonesia juga menekankan perlindungan terhadap warga sipil. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks situasi yang semakin memburuk di negara Amerika Selatan tersebut. Indonesia menegaskan bahwa hukum internasional serta prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus dihormati oleh semua pihak.

Penjelasan dari Juru Bicara Kemlu

Yvonne Mewengkang, juru bicara Kemlu RI, menjelaskan bahwa pihaknya sedang memantau perkembangan situasi untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela. "Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak terkait untuk memprioritaskan penyelesaian damai melalui de-eskalasi dan dialog, sambil memprioritaskan perlindungan warga sipil," ujarnya.

Sementara itu, KBRI Caracas terus memantau kondisi WNI di Venezuela. Saat ini, seluruh WNI dilaporkan dalam keadaan aman. Kemlu RI memastikan bahwa situasi di negara tersebut terus dipantau secara aktif.

Situasi di Venezuela

Rakyat Venezuela dikejutkan dengan sejumlah ledakan dahsyat di beberapa wilayah pada Sabtu dini hari. Media setempat melaporkan adanya peningkatan ketegangan dengan AS. Video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal dan sirene serangan udara terdengar. Dilaporkan pula sedikitnya ada tujuh ledakan dan jet-jet tempur terlihat terbang rendah.

Listrik padam di beberapa kawasan di Caracas, termasuk bagian selatan kota yang dekat dengan pangkalan militer utama. Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyatakan bahwa Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk tindakan agresi militer terang-terangan oleh AS terhadap wilayah dan rakyat Venezuela.

Klaim Presiden Trump

Di tengah serangan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pasukan khusus AS telah menculik Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. "Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu," kata Trump di platform Truth Social.

Namun, klaim Trump terkait penangkapan Maduro belum dapat diverifikasi secara independen. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mendesak Trump membuktikan bahwa Maduro dan istrinya, Ibu Negara Cilia Flores, masih hidup.

Tindakan Indonesia

Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan keselamatan WNI di Venezuela. Dengan situasi yang semakin memburuk, pihak Kemlu RI terus memantau perkembangan secara cermat. Diharapkan, semua pihak dapat menunjukkan sikap yang bijaksana dan menghindari konflik yang lebih besar.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan