Ini alasan Luca Zidane pilih Aljazair daripada Prancis meski putra Zinedine Zidane

Ini alasan Luca Zidane pilih Aljazair daripada Prancis meski putra Zinedine Zidane

Luca Zidane, Kiper yang Memilih Jalur Keluarga

Luca Zidane, putra dari legenda sepak bola Prancis Zinedine Zidane, memiliki koneksi emosional yang kuat dengan negara Aljazair. Keputusan untuk membela timnas Aljazair di Piala Afrika 2025 tidak terlepas dari pengaruh keluarganya, khususnya kakeknya.

Awal Mula Keputusan Luca

Meskipun sebelumnya bermain untuk Prancis di level junior, Luca memutuskan untuk mengikuti jejak akar keluarganya. "Ketika saya memikirkan Aljazair, yang saya ingat adalah kakek saya. Sejak kecil, budaya Aljazair sudah sangat kental dalam keluarga kami," ujar Luca Zidane kepada BeIN Sports France pada Kamis 25 Desember 2025.

Keputusan ini didukung oleh keluarga, terutama sang kakek. "Dia mendukung saya. Dia berkata, ‘Hati-hati, ini pilihanmu. Saya bisa memberi saran, tetapi keputusan akhir ada di tanganmu’," kata Luca. Ia menjelaskan bahwa setiap kali menerima panggilan dari timnas, kakeknya selalu menelepon dan menyampaikan rasa bangga atas keputusannya.

Perjalanan Karier dan Pemilihan Posisi

Sejak awal karier, Luca berusaha menjauh dari bayang-bayang ayahnya dengan memilih posisi penjaga gawang, berbeda dari Zinedine Zidane yang merupakan gelandang. Hal ini menunjukkan upaya Luca untuk menciptakan identitasnya sendiri dalam dunia sepak bola.

Setelah resmi berganti kewarganegaraan, Luca langsung dipercaya menjadi kiper utama Aljazair. Ayahnya, Zinedine Zidane, bahkan hadir langsung saat Aljazair mengalahkan Sudan 3-0 dalam laga perdana grup E Piala Afrika 2025. Meski tidak banyak tekanan, Luca sempat melakukan satu penyelamatan krusial saat skor masih 1-0 dari peluang berbahaya Yaser Awad.

Dukungan dari Federasi dan Pelatih

Luca menyatakan bahwa sejak federasi dan pelatih Aljazair menghubunginya, keinginannya sudah bulat untuk membela negara tersebut. Keluarganya pun menyambut positif keputusan ini. "Saya berbicara dengannya sebelum membela tim nasional, dan dia sangat bahagia dengan langkah ini," tambahnya.

Warisan Zinedine Zidane

Zinedine Zidane dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Ia membawa Prancis juara Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, serta meraih Ballon d’Or pada 1998. Selain itu, ia juga menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid pada 2002. Meski demikian, karier internasionalnya diwarnai kartu merah kontroversial pada final Piala Dunia 2006.

Identitas Baru di Timnas Aljazair

Luca Zidane, yang kini bermain untuk Granada di Spanyol setelah meniti karier di Real Madrid, selama ini menggunakan nama "Luca" di seragam klubnya. Namun, bersama timnas Aljazair, dia memilih mengenakan nama "Zidane". "Bagi saya, bisa menghormati kakek saya dengan bergabung bersama tim nasional sangatlah penting. Seragam berikutnya dengan nama di punggung itu akan saya dedikasikan untuknya," ujarnya.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan