
Ringkasan Berita:
- Anggota DPD RI Sumsel Ratu Tenny Leriva menggelar kelas belajar bahas isyarat gratis
- Digelar perdana batch 1 di kantor DPD RI Sumsel di Jakabaring
- Mendukung literasi dan kesetaraan bagi teman-teman tuna tuli.
nurulamin.pro, PALEMBANG - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumatera Selatan (Sumsel) Ratu Tenny Leriva MM menginisiasi kelas belajar isyarat yang membuka peluang bagi masyarakat bisa ikut kelas ini.
Dia ingin agar teman-teman tuli atau tuna rungu punya kesempatan dan kesetaraan yang sama dalam berbagai aspek mulai dari pekerjaan, mencari informasi, hingga mendapat layanan publik dan lainnya.
"Kesetaraan dalam literasi dan komunikasi bagi teman-teman tuli di Sumatera Selatan masih menjadi kebutuhan penting. Selama ini, mereka kerap hanya menerima bantuan yang bersifat konsumtif atau habis pakai. Padahal, yang mereka harapkan adalah kesetaraan yang sesungguhnya misal akses terhadap pekerjaan yang layak, kemudahan memperoleh informasi, serta pelayanan publik yang inklusif dan mampu mengakomodasi bahasa isyarat.
Permasalahan utamanya adalah masih sangat terbatasnya jumlah Juru Bahasa Isyarat (JBI) di Sumatera Selatan.
Kondisi ini membuat akses komunikasi bagi komunitas tuli di berbagai sektor, terutama layanan publik, menjadi belum optimal.
"Oleh karena itu, melalui penyelenggaraan kelas bahasa isyarat ini diharapkan akan lahir lebih banyak Juru Bahasa Isyarat yang kompeten," ujarnya pada nurulamin.pro, saat membuka kegiatan, Sabtu (3/1/2026).
Ke depan, Duta Literasi Sumsel itu berharap, peserta kelas bahasa isyarat ini mereka dapat berperan aktif membantu layanan publik, menjadi penerjemah dalam berbagai kegiatan resmi, serta mendukung komunikasi para pemimpin daerah, termasuk kepala daerah di Sumatera Selatan, agar lebih inklusif dan setara bagi semua.
Sebab hingga kini dari 17 kabupaten kota di Sumsel belum ada juru bicara isyarat yang membantu kepala daerah menerjemahkan bahasa isyarat," tambahnya.
Untuk mengisi kebutuhan tersebut, diharapkan melalui kelas ini posisi-posisi yang masih kosong dapat segera terisi.
Ratu mengatakan peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.
Kelas bahasa isyarat ini digelar tujuh kali pertemuan atau 14 jam. Setiap pertemuan durasinya dua jam yang diajar langsung oleh Gerkatin Sumsel.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, peserta akan memperoleh kompetensi sebagai Ahli Bahasa Isyarat Tingkat Satu.
Namun, mereka belum dapat disebut sebagai Juru Bahasa Isyarat, karena untuk menjadi Juru Bahasa Isyarat diperlukan proses pembelajaran dan sertifikasi hingga empat tingkatan.
Sehingga harus kembali mengasah ilmu dan kemampuan komunikasinya lagi agar bisa mencapai empat tingkatkan tersebut.
Ratu Tenny Leriva juga memberikan semangat bagi peserta agar bisa mengikuti kelas dengan baik sehingga berhasil nantinya.
Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel Fitriana mengatakan kelas bahasa isyarat ini diinisiasi oleh Duta Literasi Sumsel Ratu Tenny Leriva yang peduli dengan literasi bagi teman tuli.
Kelas bahasa isyarat ini digelar gratis dan dibiayai olehnya dan akan digelar beberapa batch.
Sebab kelas tidak boleh terlalu banyak pesertanya agar ilmu yang disampaikan terserap dengan baik dan dipahami oleh peserta.
"Iya nanti akan digelar batch lainnya dan semua gratis dibiayai ibu Ratu Tenny Leriva," katannya.(tnf)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar