Insanul Fahmi siap bersujud demi damai dengan Mawa, ogah cerai meski ada Inara

Insanul Fahmi siap bersujud demi damai dengan Mawa, ogah cerai meski ada Inara

nurulamin.pro - Insanul Fahmi ingin kembali dan berdamai dengan istri sahnya, Wardatina Mawa.

Pengusaha kuliner asal Medan ini dikabarkan siap merendahkan harga diri demi mendapatkan maaf dari sang istri, Mawa.

Langkah ini diambil setelah dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan perzinaan.

Meski statusnya telah menikahi Inara Rusli secara siri, Insanul bersikeras menolak keinginan Mawa untuk bercerai darinya.

Kuasa hukum Insanul, Tommy Tri Yunanto, mengungkapkan bahwa kliennya ingin menempuh jalan damai melalui restorative justice.

Demi terwujudnya perdamaian tersebut, Insanul disebut-sebut siap melakukan aksi nekat di hadapan wanita yang telah mendampinginya selama tujuh tahun itu.

"Insanul Fahmi merendahkan diri untuk bisa ketemu Mawa. Mau bersujud, bahkan juga meminta maaf kepada Mawa. Itu informasinya ya," ujar Tommy saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).

Dalih Sayang dan Prinsip Agama

Saat dikonfirmasi, Insanul tidak membantah niatnya tersebut. 

Bagi Insanul, bersujud adalah bentuk permohonan terdalam seorang suami kepada istri yang diakuinya masih sangat ia cintai.

"Sebenarnya sih tanpa merendahkan harga diri juga, tapi ya seperti kiasan, saya ingin memohon. Karena bagaimanapun masih istri ya. Iya rasa sayang sih. Masih sayang," ungkap Insanul getir, dikutip dari YouTube Cumicumi, Minggu (11/1/2026).

Menariknya, Insanul seolah mengabaikan tenggat waktu atau ultimatum yang sebelumnya diberikan oleh Inara Rusli.

Ia justru memberikan jawaban mengambang terkait masa depan hubungannya dengan Inara.

Insanul menggunakan dalih agama untuk menghindari perceraian yang kini sedang digugat oleh istri sahnya tersebut.

"Makanya harus ketemu dulu. Karena kan bagaimanapun dalam Islam kan, perceraian itu hal yang paling tidak disukai kan," dalih ayah satu anak tersebut.

Mawa Tetap Bergeming

Di sisi lain, Wardatina Mawa tampaknya sudah menutup pintu hati. 

Konten kreator berusia 25 tahun itu tetap pada pendiriannya: melanjutkan proses hukum di kepolisian dan segera memutus ikatan pernikahan dengan Insanul. 

Penolakan damai dari Mawa ini membuat posisi Insanul dan Inara kini terpojok di ambang sanksi pidana.

Wardatina Mawa Tolak Restorative Justice Insanul Fahmi dan Inara Rusli

Sementara itu, kuasa hukum Wardatina Mawa secara tegas menyatakan menolak upaya Restorative Justice (RJ) yang diajukan oleh Insanul Fahmi dan Inara Rusli terkait laporan dugaan perzinaan di Polda Metro Jaya.

Althur Napitupulu menegaskan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Wardatina Mawa dan keluarga sebelum akhirnya resmi menolak RJ dan mengirimkan surat penolakan kepada penyidik.

“Terkait dengan Restorative Justice, memang kita sudah berbicara dengan Mawa dan juga keluarga. Dan pada prinsipnya, kami menolak adanya Restorative Justice tersebut. Pada hari ini juga kami sudah mengirimkan surat tanggapan berupa penolakan terhadap RJ yang diajukan oleh saudara IF dan saudari IR,” ujar Althur dalam jumpa persnya di kawasan Tomang, Jakarta Barat, Jumat (10/1/2026).

Dikirimnya surat tersebut, pihak Mawa berharap agar proses penyidikan tetap berjalan dan tidak dihentikan dengan alasan perdamaian.

“Kami berharap dengan adanya surat tanggapan dan surat resmi dari kami sebagai kuasa hukum Mawa, proses penyidikan ini segera dijalankan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Althur menegaskan, secara hukum Restorative Justice tidak bisa dipaksakan apabila salah satu pihak tidak berkenan menempuh jalur tersebut.

“Restorative Justice itu kan harus berdasarkan kesepakatan dua belah pihak. Kalau salah satu pihak menyatakan menolak, maka tidak bisa dipaksakan. Mekanisme hukumnya memang seperti itu,” jelas Althur.

Sementara itu, kuasa hukum Mawa lainnya, Dharma Praja Pratama, menegaskan bahwa fokus utama kliennya saat ini adalah memastikan laporan di Polda Metro Jaya tetap berlanjut hingga ke tahap berikutnya.

“Saat ini fokus kami adalah pada laporan ini supaya bisa berjalan terlebih dahulu. Kami juga sudah memohon kepada penyidik agar perkara ini segera digelarkan dan dinaikkan ke tahap selanjutnya,” kata Dharma.

Dharma menambahkan, meski isu perceraian juga mencuat, Mawa memilih untuk mendahulukan proses hukum yang sedang berjalan.

“Pada prinsipnya Mawa sudah bertekad untuk bercerai. Hanya saja waktunya memang belum bisa dipastikan karena masih menjalani proses hukum di Polda ini,” ujarnya.(*)

Artikel telah tayang di Tribunnews

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan