
Insiden Kuda Andong Jatuh di Malioboro Saat Libur Nataru
Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, terjadi satu insiden kuda andong wisata jatuh di kawasan Jalan Abu Bakar Ali, Malioboro, Yogyakarta. Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat dan pengunjung yang sedang berwisata di kawasan tersebut.
Pihak Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh kelelahan kuda. Menurut pengawas Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta, Anggo Setiawan, semua kuda yang beroperasi selama libur Nataru sudah dalam kondisi prima. Pihaknya juga memastikan bahwa kuda tidak diforsir dalam bekerja.
Jadwal Operasional yang Disesuaikan
Anggo menjelaskan bahwa operasional kuda andong dilakukan dengan sistem yang teratur. Para kusir menyesuaikan jam kerja sesuai dengan kemampuan masing-masing kuda. Beberapa kuda beroperasi pada pagi hari, sementara yang lain berangkat di siang atau malam hari.
"Kuda tidak diforsir, ada yang berangkat jam 05.00, jam 09.00 sudah pulang, memang betul-betul cari wisata yang pagi. Ada yang jam 10.00 berangkat, jam 14.00 pulang. Ada juga yang khusus malam, itu memang keluarnya malam," ujar Anggo.
Penyebab Kuda Jatuh
Insiden kuda jatuh terjadi pada Kamis (1/1/2026) sore. Andong dengan dua kuda tersebut baru saja menurunkan penumpang di daerah Jalan Abu Bakar Ali. Namun, salah satu kuda tiba-tiba gugup sehingga kakinya tersangkut pada pembatas kayu.
Sang kusir mencoba menolong kuda tersebut, tetapi kuda tersebut justru berlari sambil masih memiliki kaki yang tersangkut. Akibatnya, kuda tersebut jatuh.
"Jadi kudanya itu kalau setiap lewat Garuda (eks Hotel Ina Garuda) sama Sosrowijayan itu kudanya merasa nggak nyaman. Kaya nervous gitu. Karena nervous, kudanya nendang, tengahnya itu kan ada kayu sekat, nglewati kayu sekat, nyangkut. Pak kusir turun mau bantuin, ternyata sambil lari. Daripada kalau ke selatan (ke Malioboro) kenapa-kenapa, akhirnya didorong ke kanan biar berhenti," jelas Anggo.
Laporan dan Pengaturan Operasional
Hingga saat ini, pihak Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta hanya menerima satu laporan insiden kuda jatuh selama libur Nataru. Meskipun demikian, mereka tetap mengatur jam operasional andong agar tidak terlalu padat.
Anggo menyebutkan bahwa jumlah kusir yang beroperasi selama libur Nataru mencapai 80 persen dari total kusir sebanyak 302 orang. Hal ini dilakukan karena jumlah andong yang beroperasi lebih banyak dari biasanya.
"Kalau total kusirnya itu 302, yang beroperasi libur Nataru 80 persen. Kalau biasanya 50 persen aja udah banyak banget. Makanya sudah kita atur, karena kalau terlalu banyak, Malioboro juga kan nggak ada tempatnya," tambahnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar