Insiden Mobil MBG Tidak Terjadi Jika Ada SOP Jelas

Tragedi Kecelakaan di SDN 01 Kalibaru: Trauma dan Pelajaran Berharga

Pada hari Kamis (11/12), terjadi kejadian mengerikan yang melibatkan mobil MBG yang menabrak 20 siswa dan seorang guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing. Insiden ini meninggalkan trauma mendalam bagi korban dan masyarakat sekitar. Polisi telah mengambil keterangan dari sopir yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Kejadian ini juga menarik perhatian Praktisi Keselamatan Jalan Raya dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu. Ia menilai bahwa kecelakaan ini bisa diminimalisir dengan melibatkan berbagai pihak terkait dalam operasional MBG.

Menurut Jusri, kecelakaan yang terjadi di SDN 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, dapat dihindari jika stakeholder seperti perusahaan atau sekolah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baik dalam manajemen keselamatan kerja.

"Seharusnya kecelakaan ini dapat dihindari bila mana stakeholder dalam hal ini perusahaan ataupun sekolah memiliki SOP atau Standard Operation Procedure yang berada di dalam manajemen keselamatan kerja dari organisasi," ujar Jusri di Jakarta pada 12 Desember.

Ia menjelaskan bahwa semua pihak harus menyadari risiko tinggi dari aktivitas seperti mengoperasikan kendaraan bermotor. Oleh karena itu, SOP harus mencakup kualifikasi kendaraan, kemampuan pengemudi, serta standar dalam memasuki area-area tertentu.

Peran Stakeholder dalam Mencegah Kecelakaan

Jusri menekankan pentingnya kesadaran para stakeholder terhadap potensi ancaman dalam operasional MBG. "Kalau mereka sadar, maka mereka pun bisa melakukan risk control atau kontrol bagaimana mengurangi atau mencegah resiko tersebut," tambahnya.

Kecelakaan ini juga menunjukkan pentingnya pengawasan dan pengelolaan yang lebih ketat terhadap pengemudi dan kendaraan. Dalam kasus ini, pengemudi yang terlibat bukanlah sopir utama, melainkan sopir pengganti. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pengelolaan tenaga kerja dan pengemudi.

Kepala SPPG Jakarta Utara, Sahrul Gunawan Siregar, menyatakan bahwa pengemudi yang bertanggung jawab atas insiden ini adalah sopir pengganti yang bekerja di bawah Yayasan Darul Esti.

Tindakan dari Badan Gizi Nasional

Badan Gizi Nasional (BGN) langsung turun tangan untuk memastikan penanganan korban dan investigasi berjalan maksimal. BGN berkomitmen untuk memberikan bantuan medis dan psikologis kepada para korban, serta memastikan proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan akurat.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi seluruh pihak terkait untuk bersinergi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan. Selain itu, diperlukan langkah-langkah preventif seperti pelatihan berkendara, pemeriksaan kendaraan secara rutin, serta pengawasan terhadap pengemudi.

Kesimpulan

Tragedi kecelakaan di SDN 01 Kalibaru menjadi peringatan keras tentang pentingnya keselamatan dalam operasional MBG. Dengan melibatkan semua stakeholder dan menerapkan SOP yang jelas, kecelakaan serupa dapat diminimalisir. Semua pihak, termasuk perusahaan, sekolah, dan pengemudi, harus sadar akan tanggung jawab mereka dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan