IPB dan USK Kuatkan Respons Bencana dengan Distribusi dan Workshop Makanan Siap Santap

IPB dan USK Kuatkan Respons Bencana dengan Distribusi dan Workshop Makanan Siap Santap

Kolaborasi IPB dan USK Kuatkan Respons Bencana di Aceh

Perguruan tinggi di Indonesia terus berupaya memperkuat respons tanggap darurat bencana, khususnya dalam penyediaan pangan siap makan yang aman dan bergizi. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah kolaborasi antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Syiah Kuala (USK) untuk memperkuat kapasitas daerah-daerah yang terdampak bencana, seperti Aceh dan sekitarnya.

Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana 2025 yang diinisiasi oleh Kemdiktisaintek menjadi dasar dari kerja sama ini. Melalui program tersebut, IPB bekerja sama dengan USK sebagai kampus posko di Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Satgas USK Respons Senyar Aceh, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Syamsidik, M.Sc., selaku Ketua Satgas sekaligus Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK.

Penyediaan Pangan Steril Siap Makan

Tim IPB University yang diketuai oleh Dr. Tjahja Muhandri mendistribusikan pangan steril siap makan ke lokasi terdampak melalui Satgas USK. Produk yang diberikan berupa nasi uduk dan nasi liwet lengkap dengan lauk pauk dalam kemasan retort pouch yang praktis dan aman untuk kondisi darurat. Produk ini dapat dikonsumsi setelah direhidrasi selama 2–3 menit dan telah melalui uji validasi kecukupan panas sesuai regulasi pangan steril.

Selain distribusi pangan, tim juga menyelenggarakan workshop produksi nasi steril sebagai bagian dari alih pengetahuan. Workshop ini bertujuan membekali akademisi, pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Gampong, serta relawan agar produksi pangan darurat dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.

Workshop Produksi Nasi Steril

Workshop ini diselenggarakan pada 22–23 Desember 2025 di Gedung TDMRC Lantai 2 USK. Materi yang diberikan mencakup proses produksi pangan steril siap makan menggunakan teknologi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan kampus dan komunitas.

  • Sebanyak 20 peserta mengikuti workshop yang didukung oleh 10 orang tim teknis.
  • Peserta berasal dari USK serta sejumlah perguruan tinggi lain, antara lain Universitas Abulyatama, Politeknik Kesehatan Aceh, dan AKAFARMA Aceh.
  • Mayoritas peserta merupakan relawan USK yang diharapkan mampu menerapkan praktik produksi di lapangan.

Pelaksanaan workshop turut ditinjau oleh Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, S.Farm., Apt., M.Sc., bersama jajaran. Ia menekankan pentingnya standar fasilitas produksi serta pencegahan kontaminasi silang, sekaligus mendorong pembentukan Klaster Pangan Darurat Bencana di USK yang selaras dengan regulasi BPOM.

Dukungan BPOM dan Regulasi

Direktur Pengawasan Produksi Pangan Olahan BPOM Pusat, Sondang Widya Estikasari, S.Si., Apt., MKM, menegaskan bahwa produksi klaster ini hanya diperuntukkan bagi kebutuhan darurat bencana selama belum memiliki izin edar dan tidak untuk tujuan komersial.

Salah satu keunggulan kegiatan ini adalah pemanfaatan panci presto modifikasi sebagai alat sterilisasi yang lebih terjangkau dibandingkan retort industri. Inovasi ini dinilai mampu memperkuat kesiapsiagaan pangan darurat berbasis kampus.

Harapan dan Tujuan Kolaborasi

Dr. Satriana, S.TP., M.T., yang mengkoordinasikan kegiatan ini, menyampaikan harapan bahwa kolaborasi ini menjadi model penguatan peran strategis perguruan tinggi dalam respons bencana, khususnya dalam penyediaan pangan siap makan yang aman, bergizi, dan bermartabat.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan