IPDN-Kemendagri salurkan bantuan 460 juta untuk korban bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut

IPDN-Kemendagri salurkan bantuan 460 juta untuk korban bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut

Bantuan Cepat IPDN-Kemendagri untuk Korban Bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut

IPDN-Kemendagri menunjukkan respons cepat dalam memberikan bantuan bagi korban bencana yang terjadi di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut). Civitas akademika dan praja IPDN-Kemendagri berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 460.000.000 (Empat Ratus Enam Puluh Juta Rupiah) yang kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dan krusial bagi para korban bencana di daerah tersebut.

Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, M.Si menjelaskan bahwa bantuan tersebut dibelanjakan langsung di tiga provinsi yang terdampak bencana, dengan tujuan untuk membantu membangkitkan perekonomian masyarakat setempat. “Kami berkordinasi dengan para alumni IPDN dan Forkopimda di daerah tersebut untuk membantu akses membeli kebutuhan pokok dan krusial yang dibutuhkan oleh para korban bencana di wilayah yang masih bisa dijangkau,” ujarnya.

Kegiatan Bantuan di Sumatera Barat

Di Sumatera Barat, IPDN melakukan pengiriman perwakilan praja dan civitas akademika untuk mempercepat respons bantuan khususnya di Kabupaten Agam yang menjadi wilayah paling berdampak. Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Agam, jumlah korban meninggal mencapai 171 orang, 85 orang hilang, dan sekitar 6.300 orang mengungsi.

Bantuan yang disalurkan di Kabupaten Agam dibagikan di Posko Tanggap Bencana di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Malaka, Nagari Palupuh, Nagari Palembayan, dan Kecamatan Matur. “Dari keempat kecamatan tersebut, hanya Kecamatan Palupuh yang aksesnya sudah bisa dilalui kendaraan. Bantuan diberikan langsung di Posko Tanggap Bencana yang ada di kantor Walk Nagari Pasia Laweh dan Kantor Camat Palupuh,” jelas Halilul.

Total bantuan yang dibagikan meliputi 307 karung beras, 33 dus minyak goreng, 54 dus susu bayi, serta makanan siap saji, air mineral, diapers, obat-obatan, dan perlengkapan dapur umum.

Bantuan di Aceh dan Sumatera Utara

Di hari yang sama, tim IPDN juga bergerak ke Provinsi Aceh, khususnya ke Kabupaten Pidie yang menjadi daerah bencana terparah. Berdasarkan pantauan tim IPDN, banjir dan longsor yang melanda kabupaten ini menyebabkan kerusakan yang sangat luar biasa dengan total pengungsi sebanyak 67.943 jiwa.

Tim IPDN lainnya juga menyalurkan bantuan ke Sumatera Utara, khususnya ke Posko Komando penanganan darurat bencana hidrometereologi di Kabupaten Tapanuli Utara. Akses ke posko tersebut masih sulit karena banyak titik yang terendam banjir dan curah hujan tinggi.

Selain Tapanuli Utara, IPDN juga memberikan bantuan ke Kabupaten Langkat. Total bantuan untuk korban di Sumut meliputi beras sebanyak 4,25 ton, gula pasir 20 kg, 20 kardus mie instan, air mineral, 17 dus susu, biskuit bayi 50 dus, ikan asin 100 kg, selimut, obat-obatan, dan lain sebagainya.

Kesadaran Sosial IPDN-Kemendagri

IPDN-Kemendagri sebagai lembaga pelayanan masyarakat telah konsisten menjadi yang pertama dalam merespons bencana. Ini bukan kali pertama IPDN hadir di Sumbar; pada bencana longsor dan banjir bandang lahar dingin tahun 2024 lalu, IPDN proaktif memberikan bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Begitu pula saat terjadi bencana gempa di Kabupaten Cianjur, perwakilan praja dan civitas akademika IPDN membangun posko bencana dan membantu masyarakat selama beberapa hari.

Kegiatan Pengumpulan Bantuan

Selain bantuan berupa uang tunai yang dibelanjakan sembako dan kebutuhan lainnya, civitas akademika IPDN di seluruh kampus baik pusat maupun daerah juga telah mengumpulkan pakaian layak pakai untuk diberikan kepada korban bencana. Bantuan ini menunjukkan kesadaran sosial dan komitmen IPDN-Kemendagri dalam mendukung masyarakat yang terkena dampak bencana.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan