
Pengembangan Sistem Pertahanan Laser Iron Beam Selesai
Pengembangan dan uji coba sistem pertahanan laser Iron Beam telah selesai, dan kemampuan operasional awal akan diserahkan ke IDF (Angkatan Darat Israel) pada 30 Desember 2025. Sistem ini dianggap sebagai inovasi besar dalam dunia pertahanan modern karena mampu menembak jatuh drone, roket kecil, dan mortir dengan menggunakan laser berdaya tinggi yang bekerja secepat cahaya dan biaya intersepsi yang jauh lebih murah dibandingkan rudal konvensional.
Iron Beam sudah diuji dalam konflik melawan Hizbullah tahun lalu dan berhasil menjatuhkan puluhan drone. Teknologi ini bahkan telah mencapai kemampuan operasional pada September lalu, sehingga menjadi bukti nyata bahwa teknologi laser mampu menangani ancaman udara kecil dengan efisiensi biaya yang jauh lebih baik daripada sistem rudal konvensional.
Inovasi Militer Israel
Israel kembali menunjukkan inovasi militernya dengan memamerkan sistem pertahanan laser mutakhir Iron Beam, yang dijadwalkan siap digunakan pada akhir Desember 2025. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kepala Direktorat Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DDR&D), Danny Gold, dalam ajang DefenseTech Summit di Tel Aviv. Gold menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengembangan dan uji coba telah dinyatakan berhasil.
“Pengembangan telah selesai, rangkaian uji coba komprehensif telah memvalidasi kemampuan sistem. Kami siap menyerahkan kemampuan operasional awal kepada IDF pada 30 Desember 2025,” ujarnya.
Keunggulan Iron Beam
Iron Beam disebut sebagai game changer dalam dunia pertahanan modern. Berbeda dengan sistem rudal konvensional, teknologi ini mampu menghancurkan drone, roket kecil, hingga mortir dengan kecepatan cahaya dan biaya intersepsi yang hampir nol. Sistem laser yang dikembangkan lebih dari satu dekade tersebut bahkan telah mencapai kemampuan operasional pada September lalu.
Keberhasilan itu tidak hanya sekadar klaim. Dalam konflik melawan Hizbullah tahun lalu, Israel dilaporkan menggunakan versi mini sistem laser ini untuk menembak jatuh puluhan drone yang diluncurkan dari Lebanon. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa teknologi laser mampu menangani ancaman udara kecil dengan biaya jauh lebih efisien dibandingkan rudal intersepsi.
Meski begitu, Israel menegaskan bahwa Iron Beam bukan pengganti Iron Dome atau sistem pertahanan lainnya, melainkan pelengkap yang memperkuat pertahanan berlapis mereka.
Mekanisme Kerja Iron Beam
Iron Beam merupakan teknologi buatan perusahaan pertahanan milik negara Israel, Rafael Advanced Defense Systems, yang bekerja sama dengan perusahaan swasta Elbit Systems serta tim peneliti dari Direktorat Riset dan Pengembangan Pertahanan (DDR&D) Kementerian Pertahanan Israel.
Iron Beam lahir dari kebutuhan Israel untuk menghadapi ancaman udara berbiaya rendah namun intens, seperti drone, roket kecil, mortir, dan proyektil jarak pendek lainnya. Sistem tradisional seperti Iron Dome dianggap terlalu mahal untuk menangkis proyektil kecil yang diluncurkan secara berulang oleh kelompok bersenjata di sekitar perbatasannya.
Oleh karena itu, para insinyur Rafael mulai mengembangkan teknologi laser berenergi tinggi yang mampu menghancurkan ancaman tersebut dengan biaya per tembakan yang sangat murah. Sistem laser ini dirancang untuk menembakkan sinar energi berkekuatan tinggi yang dapat memanaskan dan menghancurkan target udara dalam beberapa detik.
Proses penembakan berlangsung “dengan kecepatan cahaya”, sehingga Iron Beam dapat merespons ancaman yang bergerak cepat atau berukuran kecil yang sulit ditangkap sistem rudal konvensional. Selama sumber listrik tersedia, laser dapat digunakan terus-menerus tanpa risiko kehabisan amunisi.
Kelebihan Iron Beam
Keunggulan utama Iron Beam terletak pada kecepatannya, efektivitas energi, dan biaya operasional yang hampir nol. Satu tembakan laser dapat menetralkan ancaman tanpa mengeluarkan biaya mahal seperti peluncuran rudal intersepsi. Selain itu, sistem ini tidak menghasilkan ledakan atau pecahan besar yang dapat membahayakan fasilitas dan warga di bawahnya.
Keunggulan-keunggulan tersebut membuat Iron Beam disebut sebagai “pengubah permainan” dalam pertahanan udara modern, terutama di tengah meningkatnya perang drone dan serangan lintas batas yang masif.
Meski masih memiliki keterbatasan seperti kemampuan yang menurun saat cuaca buruk atau awan tebal, para pengembang Israel meyakini Iron Beam akan menjadi salah satu inovasi pertahanan paling berpengaruh di masa depan.
Dengan target operasional akhir 2025, Israel bersiap memasuki era baru pertahanan berbasis energi terarah yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih presisi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar