Istri Fiersa Besari Terluka Usai Ditabrak, Pelaku Ngeselin Beri Uang Rp200 Ribu

Kecelakaan yang Mengubah Liburan Keluarga Fiersa Besari

Perjalanan liburan yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi keluarga penyanyi Fiersa Besari justru berubah menjadi mimpi buruk setelah insiden menabrak mobil terjadi di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Kejadian ini terjadi pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026, saat keluarga Fiersa tiba di stasiun setelah selesai manggung.

Momen-momen sebelum kejadian tersebut dibagikan oleh Fiersa melalui Instagram Story-nya. Ia menceritakan bagaimana situasi yang awalnya tenang tiba-tiba berubah menjadi kepanikan. Saat itu, Fiersa dan keluarganya tiba di Stasiun Gambir menggunakan taksi. Setelah turun, Aqia, istri Fiersa, mulai mengambil koper dari bagasi sementara Fiersa menggendong anaknya yang masih tidur. Tidak ada tanda-tanda buruk sebelum kejadian terjadi.

Tiba-tiba, sebuah mobil melaju dari belakang dan menabrak Aqia serta manajer Fiersa, Ubay, yang sedang mengambil koper di bagasi. Benturan tersebut membuat keduanya terjepit antara kendaraan. Situasi semakin mengerikan ketika mobil itu kembali maju, memperparah kondisi mereka. Fiersa menceritakan bahwa Ubay berhasil melepaskan diri ke samping, namun Aqia tidak bisa bergerak.

Detik-detik itu menjadi momen paling menegangkan bagi Fiersa. Ia harus menggendong anaknya yang masih tertidur sementara sang istri dalam posisi berbahaya tanpa bisa menyelamatkan diri. Yang membuat emosinya memuncak bukan hanya kecelakaan itu sendiri, tetapi juga sikap pengemudi mobil yang dinilai sangat meremehkan.

Pengemudi tersebut diketahui merupakan seorang pria lanjut usia. Menurut Fiersa, reaksi pertama yang diberikan oleh pengemudi adalah meremehkan kondisi dengan mengatakan “paling keseleo” dan menawarkan uang Rp200 ribu untuk damai. Bagi Fiersa, ucapan tersebut terasa seperti tamparan keras. Bukan soal nominal uang yang ditawarkan, melainkan sikap tidak bertanggung jawab yang seolah mengabaikan nyawa dan keselamatan seseorang.

Insiden ini sempat dibawa ke pihak berwajib. Namun, di tengah kondisi emosional dan situasi yang rumit, Aqia memilih untuk tidak memperpanjang proses hukum demi menghindari prosedur panjang dan melelahkan. Fiersa menjelaskan bahwa bapak penabrak sudah diproses, tetapi Aqia tidak ingin memperpanjang pelaporan karena akan melibatkan penyitaan kendaraan dan proses ke depannya mungkin harus siap bolak-balik.

Kejadian ini menjadi peringatan penting tentang kesadaran berkendara dan tanggung jawab terhadap keselamatan orang lain. Dalam situasi yang penuh tekanan, Fiersa dan keluarganya harus menghadapi tantangan besar yang tidak terduga. Meskipun demikian, mereka tetap berusaha menjaga ketenangan dan mencari solusi terbaik untuk mengakhiri masalah ini secara damai.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan