
Kehadiran Gubernur NTT di Lokasi Tragedi KM Putri Sakinah
Istri dari seorang pelatih sepak bola Valencia yang menjadi korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Labuan Bajo, Manggarai Barat, mengungkapkan permohonan kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena. Ia meminta agar upaya pencarian terhadap suami dan dua anaknya yang masih hilang terus dimaksimalkan.
Peristiwa ini terjadi saat Gubernur NTT melakukan kunjungan kerja ke Posko Tim SAR Gabungan di Pelabuhan Waterfront Marina, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa, 30 Desember 2025. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur bertemu langsung dengan keluarga korban yang didampingi oleh perwakilan Kedutaan Besar Spanyol serta penasihat hukum keluarga.
Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa kehadirannya di Labuan Bajo adalah bentuk tanggung jawab dan komitmen pemerintah dalam mendampingi keluarga korban tragedi laut yang terjadi di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).
"Kehadiran saya di Labuan Bajo adalah wujud komitmen pemerintah untuk terus mendampingi keluarga korban dan memastikan seluruh upaya pencarian dilakukan secara maksimal, terkoordinasi, dan manusiawi," ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Selain meninjau posko pencarian, pemerintah provinsi juga menggelar rapat koordinasi bersama Tim SAR Gabungan dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Rapat tersebut bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan pencarian dan mengoptimalkan strategi di lapangan.
Menurut Melki, pencarian korban tidak hanya dilakukan melalui pendekatan teknis, tetapi juga melibatkan unsur sosial dan kultural masyarakat setempat. Pemerintah sepakat mengajak tokoh adat dan tokoh agama untuk terlibat sebagai bentuk ikhtiar bersama.
"Selain upaya teknis, kami sepakat melibatkan tokoh adat dan tokoh agama setempat sebagai bentuk ikhtiar bersama. Di NTT, nilai adat, iman, dan kebersamaan selalu berjalan seiring," ujarnya.
Pada Rabu, 31 Desember 2025, Gubernur bersama Tim SAR Gabungan, tokoh adat, dan tokoh agama turun langsung ke lokasi kejadian tenggelamnya KM Putri Sakinah. Kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga korban sekaligus harapan agar tiga korban yang masih hilang segera ditemukan.
"Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mewakili Presiden dan seluruh jajaran, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar," kata Melki Laka Lena.
Ia menegaskan, pemerintah pusat dan daerah terus bekerja sama dengan Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, relawan, dan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban.
"Pemerintah hadir sepenuhnya dan terus bekerja bersama Tim SAR Gabungan untuk menemukan para korban secepat mungkin," imbuhnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian yang berlangsung di tengah tantangan cuaca dan kondisi perairan.
"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim SAR Gabungan, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh pihak yang tanpa lelah bekerja di lapangan. Mari kita terus berdoa dan berharap agar para korban segera ditemukan," pungkas Gubernur.
Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat, 26 Desember 2025. Tragedi ini menyebabkan sejumlah penumpang menjadi korban, empat di antaranya hilang dan baru ditemukan satu korban berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal dunia.
Hingga berita ini diturunkan, tiga korban berkewarganegaraan Spanyol masih dalam pencarian, sementara upaya penyisiran laut terus dilakukan secara intensif.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar