Isu Penjualan Macan di Kebun Binatang Semarang, Disbudpar Ingatkan Pentingnya Konservasi dan Edukasi

Isu Penjualan Macan di Semarang Zoo, Tanggapan dari Pihak Terkait

Isu tentang penjualan macan di Semarang Zoo telah menarik perhatian masyarakat luas. Hal ini memicu berbagai respons dari pihak terkait, termasuk Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri.

Menurut Samsul, urusan operasional Semarang Zoo sebenarnya berada di bawah kewenangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bukan Disbudpar. Ia menjelaskan bahwa jika Disbudpar ingin terlibat dalam pengelolaan, hal itu tidak mungkin dilakukan karena sudah menjadi ranah BUMD.

"Kalau (Disbudpar) masuk ke sana, enggak bisa ya, karena itu kan sudah ranahnya BUMD," ujarnya saat diwawancara.

Meski begitu, Samsul berharap Semarang Zoo tetap menjadi daya tarik wisata utama di Kota Semarang, seperti yang terjadi pada masa 1990-an. Ia juga mengungkapkan pengalamannya dalam pengelolaan taman satwa pada periode 20172020.

Ia menyampaikan bahwa pengembangan Semarang Zoo idealnya berpegang pada tiga konsep utama, yaitu konservasi, edukasi, dan rekreasi. Menurutnya, hewan-hewan di taman tersebut harus diberi makanan yang nyaman serta obat-obatan secara gratis. Selain itu, penting untuk memberikan edukasi kepada pengunjung tentang jenis-jenis hewan, seperti harimau Sumatera atau gajah. Rekreasi sebagai bagian terakhir dari konsep ini juga perlu diperhatikan.

Penurunan Kunjungan Wisata dan Persaingan Antar Daerah

Samsul mengakui adanya penurunan kunjungan di Semarang Zoo maupun objek wisata lain seperti Taman Lele. Ia menilai persaingan antar daerah yang semakin ketat, dengan banyak kabupaten dan kota yang membangun destinasi baru, menyebabkan kunjungan wisata terpecah.

"Satu hal yang menjadi catatan saya, memang agak sedikit menurun ya pendapatan mereka. Kunjungan pun berkurang. Jangankan di Taman Satwa, Taman Lele objek wisata kita juga berkurang. Kenapa? Karena semua kabupaten/kota punya satu masing-masing, mereka baru membangun ini," jelasnya.

Ia menekankan pentingnya inovasi agar objek wisata kembali diminati. Selain itu, promosi yang konsisten dan kreatif juga menjadi kunci agar masyarakat kembali tertarik berkunjung.

"Jadi, konsep kita untuk memberikan inovasi apa yang bisa untuk mengundang ke objek wisata. Itu penting," tegasnya.

Peran Pemerintah dan Swasta dalam Mendukung Semarang Zoo

Saat ditanya tentang penyertaan modal pemerintah untuk mendukung Semarang Zoo, Samsul menyebut bahwa hal tersebut bukan wewenang Disbudpar, melainkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun ia menyebut telah mendengar adanya rencana dukungan modal untuk tahun depan.

"Menurut saya pribadi, taman satwa itu perlu di-support baik pemerintah maupun swasta dengan cara mempromosikan," imbuhnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan