Isu teror terhadap kreator konten, anggota PDIP: Tanda kemunduran peradaban politik

Tindakan Teror terhadap Konten Kreator Menjadi Perhatian Serius

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mengecam tindakan teror yang dialami oleh para konten kreator yang bersuara kritis. Ia menyatakan bahwa hal ini mencerminkan kemunduran dalam peradaban politik di Indonesia.

"Peristiwa ini membuktikan bahwa kita sedang mengalami kemunduran dalam peradaban politik kita," ujar legislator dari fraksi PDI Perjuangan melalui pesan yang diterima Jumat (2/12).

Andreas menekankan bahwa tujuan dari tindakan teror tersebut adalah untuk membungkam suara-suaranya. Ia meminta kepolisian agar dapat melakukan penyelidikan secara transparan terhadap pelaku dan dalang dari tindakan tersebut.

"Negara melalui aparat keamanan harus hadir untuk melindungi, mengusut, dan menemukan siapa pelaku teror tersebut," katanya.

Legislator Dapil I Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menilai bahwa dengan alat-alat yang canggih, polisi seharusnya mampu mengusut kasus teror terhadap konten kreator.

"Seharusnya tidak sulit untuk mengusut dan membekuk para pelaku teror," tambahnya.

Andreas juga menilai pentingnya pengusutan dilakukan agar tidak muncul prasangka antar masyarakat. Ia khawatir jika tidak ada penyelidikan yang jelas, masyarakat bisa menuduh aparat sebagai pihak yang berada di balik teror tersebut.

"Ini penting dilakukan, karena kalau tidak diusut dan ditemukan bisa terjadi adu domba, masyarakat justru akan menuduh justru aparat yang berada dibelakang teror-teror tersebut," ujarnya.

Kasus-Kasus Teror yang Dilaporkan

Sebelumnya, beberapa influencer media sosial menerima ancaman setelah mereka bersuara keras terkait penanganan bencana. Contohnya, seorang influencer Instagram dengan akun Dj Donny menerima ancaman. Kediamannya dikirim ayam mati, dan pengirim bahkan menulis ancaman menggunakan karton dengan inti meminta Dj Donny untuk tidak bersuara kritis.

Selain Dj Donny, pemilik akun Sherlyannavita juga menerima teror dari orang tak dikenal. Mereka mengirim surat ancaman dan mencoret kendaraan pribadi miliknya.

Pemilik akun Verdian_Aurellio juga mengalami nasib serupa. Beberapa akun anonim mengirim pesan bernada teror kepada dirinya.

Langkah yang Harus Diambil

Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa tindakan teror terhadap konten kreator bukanlah hal yang baru. Namun, penting bagi pihak berwajib untuk segera bertindak. Penyelidikan yang transparan dan cepat sangat diperlukan agar masyarakat tidak merasa tidak aman.

Selain itu, masyarakat juga harus tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Dengan demikian, kebebasan berekspresi dapat tetap dijaga tanpa adanya ancaman atau tekanan dari pihak tertentu.

Kesimpulan

Tindakan teror terhadap konten kreator yang kritis harus menjadi perhatian serius. Tidak hanya dari segi hukum, tetapi juga dari segi moral dan etika. Negara harus memastikan bahwa setiap warga negara dapat berbicara bebas tanpa takut mendapat ancaman. Dengan begitu, peradaban politik yang lebih baik dapat tercapai.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan