
Perubahan Kebijakan Seleksi Mahasiswa Baru di ITB
Pada tahun 2026, Institut Teknologi Bandung (ITB) akan mengganti jalur seleksi mandiri dengan nama baru yang disebut Seleksi Siswa Unggul (SSU). Hal ini menjadi topik utama dalam berbagai diskusi di media sosial, khususnya di lini masa X. Salah satu unggahan yang viral menanyakan apakah kuota SNBT dan SNBP akan meningkat akibat penghapusan Ujian Mandiri.
Sebelumnya, Ujian Mandiri ITB atau SM ITB merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru untuk jenjang pendidikan sarjana tanpa subsidi biaya pendidikan. Meskipun demikian, jalur ini tetap memberi kesempatan bagi calon mahasiswa yang kurang mampu melalui program KIP-K atau berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Penggantian Jalur Seleksi Mandiri dengan SSU
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc, membenarkan bahwa ITB melakukan perubahan terhadap jalur seleksi masuk calon mahasiswa Tahun Ajaran 2026/2027. Perubahan tersebut mencakup penggantian jalur Seleksi Mandiri menjadi Seleksi Siswa Unggul (SSU).
Direktur Penerimaan Mahasiswa ITB, Achmad Syarief, menjelaskan bahwa SSU adalah jalur yang lebih inklusif, dengan fokus pada pencarian talenta secara menyeluruh, baik akademik maupun non-akademik. "SSU menekankan pada penjaringan siswa dengan potensi dan talenta unggul. Ini jalur prestasi, bukan jalur finansial," ujarnya.
Skema Seleksi SSU
SSU akan dibuka dalam dua skema, yaitu non-tes dan tes reguler. Jalur non-tes diperuntukkan bagi siswa dengan prestasi akademik seperti eks-OSN, serta keunggulan seni, olahraga, budaya, keagamaan, dan afirmasi di wilayah 3T. Sedangkan jalur tes reguler menggunakan ITB AQ Test dengan tambahan Tes Gambar bagi peminat FSRD dan Arsitektur.
Pengaturan Kuota SNBP dan SNBT
Dengan penggantian jalur Seleksi Mandiri menjadi SSU, kuota SNBP dan SNBT di ITB akan disesuaikan secara proporsional agar akses tetap adil dan terdistribusi. Nantinya, mulai 2026, ITB hanya akan membuka jalur SNBP, SNBT, SSU, dan IUP. Seluruh jalur seleksi tersebut terbuka bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung di kampus di Bandung tersebut.
Penambahan Program Studi Internasional
Khusus untuk jalur IUP, ITB akan menambah jumlah program studi berkelas internasional dari yang semula hanya 8 menjadi 27 program studi per 2026. Melalui program ini, mahasiswa dapat belajar dengan pengantar bahasa Inggris dan mendapatkan kesempatan mengikuti perkuliahan di luar negeri, pertukaran mahasiswa, hingga program gelar ganda bersama perguruan tinggi mitra internasional.
Biaya Kuliah Jalur SSU
Jalur SSU adalah perbaikan atas Seleksi Mandiri ITB. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa melalui kurikulum nasional yang saat ini berlaku, termasuk Kurikulum Merdeka dan/atau Kurikulum Internasional bagi WNI.
Seleksi SSU diprogramkan sebagai jalur penerimaan mahasiswa program sarjana yang akan berjalan tanpa subsidi biaya. Artinya, mahasiswa yang diterima di ITB melalui jalur SSU bertanggung jawab untuk membiayai secara penuh pendidikan program sarjananya.
Namun, bagi calon peserta SSU ITB yang merupakan pemilik Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) serta calon peserta yang berasal dari SMA/MA/SMK/Sederajat di wilayah 3T, SSU ITB memberikan kesempatan untuk mengikuti penerimaan mahasiswa dengan skema beasiswa, baik beasiswa penuh maupun beasiswa parsial.
Struktur Biaya UKT dan IPI
Biaya kuliah jalur SSU ITB dibayarkan melalui skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester. Biaya UKT tersebut dibagi menjadi tujuh kelompok. Untuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), biaya kuliahnya mulai dari Rp 500.000-Rp 12,5 juta. Sementara itu, untuk Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB, biaya kuliahnya mulai dari Rp 500.000-Rp 14,5 juta.
Selain kedua fakultas tersebut, kisaran UKT mulai dari Rp 500 ribu-Rp 12,5 juta. Tarif IPI jalur SSU nantinya akan dibagi menjadi 4 kelompok. Nominalnya bisa dicicil selama 6 semester, yakni Rp 55 juta, 65 juta, 75 juta, dan 85 juta dengan cicilan pertama ditentukan sama, yaitu Rp 25 juta.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar