Jadi korban scam cinta, warga Cirebon keturunan Kamerun dan Surabaya buat surat terbuka untuk KDM

Kasus Penipuan Love Scam yang Menimpa Seorang Ibu di Surabaya

WS, seorang ibu janda dari Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh seorang pria asal Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Pria tersebut diketahui merupakan keturunan Kamerun yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dalam kejadian ini, WS mengalami kerugian hingga Rp2,1 miliar.

Permintaan Bantuan kepada Gubernur Jawa Barat

Dalam pernyataannya, WS membuat Surat Terbuka untuk Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dengan harapan agar kasus yang dialaminya dapat segera diselesaikan. Dalam surat terbuka tersebut, WS memohon pertolongan KDM untuk membantu mengembalikan uang yang dirampas oleh pelaku.

"Pak Dedi Mulyadi, saya memohon pertolongan bapak. Saya mengalami penipuan dan perampokan yang dilakukan warga bapak. Warga Bapak menipu dan merampas uang saya sebanyak Rp2,1 M dengan sangat kejam dan tak berhati. Saya di tipu dan di rampok dengan metode kejahatan yang disebut dengan metode love scam. Saya didekati dan sangat mungkin saya di hipnotis karena banyak hal saya rasa tidak mungkin masuk logika tetapi terjadi. Saya betul-betul membutuhkan bantuan Bapak KDM untuk menolong saya mengambil kembali apa yg dirampas dari saya," ucap WS saat membacakan Surat Terbuka tersebut.

Pelaku Mengaku sebagai Pegawai Unicef

WS menyebut bahwa uang sebesar Rp2,1 miliar yang dibawa kabur oleh pelaku bernama Heric Simphorien Mbouya, yang mengaku bernama William Lebaux dan mengaku baru datang dari Prancis. Uang tersebut merupakan hasil kerja keras WS selama ini.

"Uang yang dibawa kabur dia itu adalah hasil saya bekerja dan sangat berarti buat kami. Pelaku mengaku sebagai pegawai Unicef PBB, saya ketemu sudah 8 kali," katanya.

Menurut WS, istri pelaku mengakui telah menerima uang hasil penipuan yang dilakukan suaminya terhadap korban. Pengakuan tersebut disaksikan oleh polisi dan ketua RT setempat serta sejumlah tetanggannya. Namun, istri pelaku menolak mengembalikan uang tersebut meskipun sudah dijelaskan secara detail tentang situasi WS. Beberapa hari kemudian, istri pelaku menghilang dari Cirebon dan informasinya lari ke luar negeri.

Keberadaan Pelaku Masih Belum Diketahui

WS menjelaskan bahwa hingga saat ini, pelaku beserta istrinya belum diketahui keberadaannya. "Dia dan istrinya sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Metro Jakarta Pusat. Pihak kepolisian hingga sekarang belum bisa menyelesaikan kasus penipuan dan penggelapan yang menimpa saya meskipun sudah hampir 12 bulan, karena pelaku belum di temukan alias DPO," jelasnya.

Perjalanan Awal dan Pertemuan dengan Pelaku

Sebelum kejadian ini, WS dengan seorang putri berasal dari Kota Surabaya, Jawa Timur menjadi korban Love Scam seorang pria warga Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon keturunan Kamerun. Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi kehidupan WS yang berjuang seorang diri membesarkan putrinya.

Pada 11 September 2024, WS sedang berada di Jakarta untuk menonton konser musik Bruno Mars. Setelah itu, ia rencananya akan terbang ke Australia untuk mengikuti Sydney Marathon. Saat itu, WS menginap di Apartement Menara Jakarta.

Pertemuan Pertama dengan Pelaku

Pertemuan pertama antara WS dan Heric terjadi di tempat fitnes apartemen. WS sedang menggunakan treadmill dan sempat istirahat sejenak. Tiba-tiba, Heric mendekatinya dan bertanya tentang charger yang berada di depan WS. WS hanya menggeleng karena merasa bukan miliknya.

Heric kemudian memperkenalkan diri dengan nama William yang berasal dari Unicef berkewarganegaraan Prancis. Ia kemudian meminta nomor telepon WS, namun ditolak. Perbincangan pun berhenti hingga akhirnya Heric kembali mengajak bicara dengan bertanya "Apakah kamu atlet?".

Momen tersebut dimanfaatkan Heric untuk berbicara banyak hal termasuk mengaku berasal dari Prancis dan bekerja di Unicef PBB. Ia juga mengaku berencana berkeliling Indonesia namun tidak punya teman. Akhirnya, WS memberikan nomor telepon setelah komunikasi melalui Instagram dan Derek Massage (DM).

Berlanjutnya Komunikasi dan Penipuan

Setelah itu, Heric aktif menghubungi WS dan memberikan perhatian. Bahkan, pria tersebut sempat datang ke Surabaya dengan penerbangan pulang pergi sekitar Bulan Oktober 2024. Saat itu, Heric mulai mengutarakan cinta. Namun, WS terus menolak karena memang sedang tidak mencari teman hidup.

Meski demikian, komunikasi antara keduanya terus berlanjut. Heric yang pandai bermain peran, mulai dapat menarik simpati WS. Pasca pertemuan itu, 10 hari kemudian kembali bertemu di Jakarta. Kebetulan WS sedang ada agenda.

Awal Pemerasan dan Penipuan

Di Bulan November, Heric datang ke Surabaya untuk menemui WS yang berulang tahun. Meski sudah dicegah, ternyata Heric tetap berusaha untuk datang. Pasca pertemuan itu, barulah upaya pemerasan dilakukan. Heric mengaku dipecat dari pekerjaannya karena bepergian keluar kota. Bahkan, Heric terus bermain peran dan membuat WS mulai masuk dalam jebakan.

Dari situ permintaan uang mulai dilakukan. Mulai dari minta untuk servis HP, kemudian minta uang. Kemudian Heric meminta pinjaman uang sebesar Rp5 miliar untuk bisnis dengan teman-teman di Unicef. Tetapi WS hanya menyanggupi Rp2,1 miliar.

Penipuan yang Memakan Korban

Setelah menyanggupi permintaan itu, WS mulai mengumpulkan uang tunai yang ditukarkan ke Dollar setiap hari sesuai permintaan Heric. Sampai pada satu ketika sekitar tengah malam, Heric meminta untuk ditemani ke Jakarta dengan alasan ada keperluan.

Pada akhirnya, WS menyanggupi hal tersebut sembari membawa uang tersebut dalam mobil. Rupanya, itu adalah skenario yang dimainkan oleh Heric agar seolah-olah terjadi seperti perampokan. Bahkan di rest area di tengah perjalanan itu, Heric kembali meminta uang Rp22,5 juta. Setiba di lokasi yang ditentukan, Heric membawa backpack yang diyakini berisi uang keluar dari mobil.

Tiba-tiba ada mobil yang malang di depan mobil WS. Heric tiba-tiba ditodong pistol oleh orang yang keluar dari mobil itu. Kaget dengan peristiwa itu, WS mencoba mengejar dan ditodong oleh orang asing tersebut. "Saya masuk mobil dan bingung. Sementara uang dan Heric sudah dibawa kabur," katanya.

Di dalam tas tersebut, terdapat uang sekitar Rp2,063 M. Setelah itu, Heric tidak bisa dihubungi. Pasca kejadian itu, WS mengaku sempat datang ke kantor Unicef mencari orang-orang yang dimaksud. Akan tetapi, memang mereka sebenarnya tidak pernah ada.

Penipu Lakukan Penipuan

Dari situ, Unicef kemudian menyatakan bahwa banyak penipuan yang melakukan penipuan mengatasnamakan lembaga tersebut. WS juga kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian di Jakarta dan saat itu, baru mengenal istilah love scam.

Pasca laporan itu, WS kemudian datang ke Apartemen Menara Jakarta, ternyata memang hanya ada satu orang kulit hitam di apartemen itu. Orang-orang di Apartemen itu, bahkan mengenali bahwa Heric sudah punya istri dan anak. Setelah mengetahui hal tersebut, WS sempat menemui istri dari Heric. Saat itu, pertemuan didampingi oleh polisi. Saat itu, istrinya hanya diam dan mengaku tidak tahu menahu.

WS berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan dengan bantuan polisi. Dia juga berharap agar keluarga dari istri Heric yang diketahui seorang pengusaha besar di Cirebon untuk turut membantu. WS pun ingin uangnya kembali.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan