Kerja Sama Jakarta dan Indocement dalam Pemanfaatan Bahan Bakar dari Sampah
Dinas Lingkungan Hidup Jakarta telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. untuk pemanfaatan produk bahan bakar dari sampah yang dihasilkan oleh RDF Plant Rorotan. Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pengelolaan sampah kota secara berkelanjutan.
Melalui perjanjian tersebut, Indocement akan membeli produk refused derived fuel (RDF) dari Rorotan dengan skema harga berbasis kualitas, berkisar antara US$ 24 hingga US$ 44 per ton. Perjanjian berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
“Adanya offtaker memberikan kepastian bahwa RDF yang kami produksi akan terserap industri secara berkelanjutan,” kata Kepala Dinas LH Jakarta, Asep Kuswanto, usai menyaksikan penandatangan kesepakatan itu.
Lewat keterangan tertulisnya, Asep menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bukti bahwa RDF bukan sekadar konsep, melainkan telah masuk ke dalam rantai pasok Energi Baru Terbarukan. “Ini adalah momen penting bagi Jakarta,” katanya lagi.
Saat ini, RDF Plant Rorotan belum kunjung beroperasi kembali setelah muncul keluhan bau dari masyarakat sekitar. Atas kondisi ini, Asep menyatakan tidak terburu-buru. Alasannya, setiap tahapan diuji, dievaluasi, dan diperbaiki agar operasional benar-benar siap. Fasilitas RDF Rorotan diproyeksikan secara bertahap memproduksi bahan bakar dari sampah, dari 175 hingga nantinya 875 ton per hari.
Direktur Indocement, Oey Marcos, mengaku bahwa RDF adalah salah satu solusi paling efisien dalam pengelolaan sampah, baik di tingkat nasional maupun di Jakarta. Dia menambahkan bahwa penandatanganan perjanjian jual beli produk RDF juga menjadi tonggak penting sekaligus catatan sejarah bagi pabrik semen tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto (kiri) menyaksikan penandatangan kesepakatan jual beli produk bahan bakar dari sampah di Jakarta Utara, 16 Desember 2025. Dok. DLH Jakarta
Marcos menegaskan kesiapan Indocement sebagai offtaker dengan kapasitas penerimaan hingga 1.700 ton RDF per hari. “Program ini harus berhasil. Kami ingin membuktikan bahwa inisiatif ini membawa kebaikan dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang sama.
RDF Rorotan Tambah Armada Truk
Penandatanganan hari ini berlangsung bersamaan dengan peluncuran armada baru truk compactor tertutup pengangkut sampah ke RDF Plant Rorotan oleh Dinas LH Jakarta. Pada tahap awal, pengangkutan sampah ke fasilitas ini dilayani oleh 97 unit truk compactor hasil pengadaan Tahun Anggaran 2024.
Untuk mengoptimalkan layanan, Dinas LH menambah lagi 51 unit truk compactor baru, termasuk 10 unit yang berbasis listrik, hasil pengadaan Tahun Anggaran 2025.
Adapun sampah yang diolah di RDF Plant Rorotan berasal dari 16 kecamatan di sekitar lokasi fasilitas. Penetapan wilayah layanan ini bertujuan memperpendek jarak angkut, meningkatkan efisiensi waktu dan biaya operasional, serta menjaga kontinuitas suplai sampah. “Kami mengatur zonasi pengangkutan agar suplai stabil dan operasional RDF Plant berjalan optimal,” kata Asep.
Dia menuturkan bahwa seluruh kendaraan menggunakan sistem bak tertutup untuk meminimalkan bau dan mencegah sampah tercecer di sepanjang jalur pengangkutan. Selain itu, sistem pemadatan memungkinkan kapasitas angkut lebih besar sehingga jumlah ritasi dapat ditekan dan proses pengangkutan menjadi lebih efisien.
Setiap truk compactor juga dilengkapi tampungan air lindi guna mencegah kebocoran cairan sampah yang berpotensi mencemari jalan dan lingkungan sekitar. “Aspek kebersihan dan kenyamanan warga sepanjang rute pengangkutan menjadi perhatian utama kami,” kata Asep.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar