Jakarta Utara Terendam Rob, Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1

Kenaikan Air Laut Akibat Fase Bulan Purnama dan Perigee

Warga Jakarta Utara diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena alam yang sedang terjadi. Kenaikan permukaan air laut yang signifikan terjadi pada Sabtu (3/1) pagi akibat kombinasi antara fase Bulan Purnama dan Perigee. Fenomena ini memicu kenaikan air laut hingga mencapai tingkat yang berpotensi membahayakan wilayah pesisir.

Pintu Air Pasar Ikan kini berstatus Bahaya atau Siaga 1, menandakan adanya risiko banjir yang cukup besar. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 10.00 WIB, banjir rob telah mulai menggenangi akses jalan utama di sejumlah titik pesisir Jakarta.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa jalan utama di depan Jakarta International Stadium (JIS) mengalami genangan akibat banjir rob. "Saat ini terdapat satu ruas jalan yang tergenang," ujarnya pada hari Sabtu (3/1).

Meskipun ketinggian air masih berada di bawah 15 cm, kondisi ini dapat mengganggu arus lalu lintas di sekitar JIS, terutama bagi kendaraan roda dua. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari area yang rawan banjir.

Puncak Pasang Maksimum dan Peringatan BMKG

Kondisi ini sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini tentang potensi banjir pesisir yang diprediksi akan berlangsung hingga 7 Januari 2026.

Faktor utama penyebab kenaikan air laut adalah kombinasi antara pasang maksimum air laut dan posisi Bulan yang berada pada titik terdekat dengan Bumi (Perigee). Kombinasi ini memperkuat gaya gravitasi bulan terhadap permukaan laut, sehingga menghasilkan kenaikan yang lebih besar dari biasanya.

Untuk mengantisipasi genangan yang lebih luas, BPBD DKI Jakarta telah menyiagakan personel di berbagai titik rawan. Kolaborasi antar-instansi terus diperkuat agar bisa memastikan air segera surut.

"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," tambah Yohan.

Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh tali air tidak tersumbat sehingga genangan bisa ditangani dalam waktu singkat. Hal ini sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih buruk terhadap masyarakat dan infrastruktur.

Imbauan kepada Warga Jakarta Utara

Pemerintah DKI Jakarta mengimbau warga yang tinggal di wilayah pesisir untuk tetap tenang namun tetap waspada. Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan tinggi muka air secara berkala.

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," imbuh Yohan.

Dengan peningkatan kewaspadaan dan koordinasi yang baik antar lembaga, diharapkan dapat meminimalkan risiko yang muncul akibat kenaikan air laut. Warga diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dan menjaga keselamatan diri serta keluarga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan