Jaksa Agung AS: Maduro ditangkap buntut kasus narkoba dan kepemilikan senjata

Jaksa Agung AS: Maduro ditangkap buntut kasus narkoba dan kepemilikan senjata
Ringkasan Berita:
  • Jaksa Agung AS, Pamela Bondi, menyebut penangkapan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, terkait kepemilikan narkoba jenis kokain, senjata, dan alat peledak.
  • Dia mengatakan kini Maduro sudah berada di New York, AS dan akan segera diadili.
  • Pengumuman penangkapan Maduro pertama kali disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump, melalui tulisan di Truth Social.
  • Adapun penangkapan dilakukan setelah AS melakukan serangan ke beberapa wilayah di Venezuela, Sabtu (3/1/2025) waktu setempat.

nurulamin.proJaksa Agung Amerika Serikat (AS) Pamela Bondi menyebut alasan pihaknya menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, terkait penjualan narkoba jenis kokain, senjata, dan alat peledak.

Bondi mengungkapkan saat ini Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah diamankan dan berada di New York, AS.

"Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah berada di New York. Nicolas Maduro didakwa dengan konspirasi narkoba, penjualan kokain, kepemilikan senjata dan alat peledak, serta menjualnya ke Amerika Serikat," katanya dikutip dari cuitan Bondi di akun X pribadinya, Sabtu (3/1/2025).

"Mereka akan segera menghadapi hukuman penuh dari sistem peradilan Amerika di tanah Amerika dan di pengadilan Amerika," sambungnya.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Donald Trump karena telah berperan dalam penangkapan Maduro.

Bondi turut menyebut Maduro dan istrinya sebagai gembong narkoba internasional.

"Atas nama seluruh Departemen Kehakiman AS, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas keberaniannya menuntut pertanggungjawaban atas nama rakyat Amerika, dan ucapan terima kasih yang besar kepada militer kita yang berani melaksanakan misi luar biasa dan sangat sukses untuk menangkap dua tersangka gembong narkoba internasional ini," ujarnya.

Penangkapan Maduro pertama kali disampaikan Trump melalui tulisan di media sosial, Truth Social.

Dia mengatakan penangkapan tersebut dilakukan setelah serangan besar-besaran AS ke beberapa wilayah di Venezuela.

"Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut," tulis Trump.

Menurut laporan dari Associated Press (AP), Trump mengatakan Maduro telah dibawa keluar dari Venezuela.

Di sisi lain, militer AS memang sempat menyerang beberapa wilayah di Venezuela, termasuk ibu kota, Caracas.

Serangan ini pun turut mengakibatkan ledakan hebat di pangkalan militer utama Fortuna pada Sabtu pagi waktu setempat.

Maduro Sempat Tetapkan Keadaan Darurat

Dilansir CNN, Maduro sempat menetapkan keadaan darurat di Venezuela imbas serangan militer AS tersebut.

Ia menyatakan serangan ini sebagai 'agresi militer yang sangat serius dan berat' oleh AS terhadap Venezuela.

"Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional, agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela," demikian pernyataan Maduro.

Maduro, melalui surat penetapan keadaan darurat nasional, memerintahkan agar seluruh elemen pertahanan nasional dikerahkan.

Pemerintah Venezuela juga menyerukan para pendukungnya untuk turun ke jalan demi pembelaan terhadap negara.

"Pemerintahan Bolivarian menyerukan kepada semua kekuatan sosial dan politik di negara ini untuk mengaktifkan rencana mobilisasi dan menolak serangan imperialis ini," tegas pernyataan tersebut.

"Rakyat Venezuela dan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian, dalam kesatuan militer-polisi-rakyat yang sempurna, dikerahkan untuk menjamin kedaulatan dan perdamaian," imbuh Pemerintah Venezuela.

(nurulamin.pro/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan