
Kondisi Jalan Alinda Raya yang Mengkhawatirkan
Jalan Alinda Raya, yang terletak di Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengalami kerusakan parah. Banyak lubang besar tersebar di badan jalan, dengan sebagian dari mereka tergenang air. Pada hari Sabtu (3/1/2026), genangan air menutupi lubang-lubang tersebut, sehingga pengendara harus melaju perlahan untuk menghindari risiko kerusakan yang tidak terlihat.
Jalan ini merupakan jalur utama yang ramai dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, kondisi kerusakan membuat arus lalu lintas tersendat. Kendaraan roda empat bahkan harus melaju bergantian karena sebagian badan jalan rusak dan tergenang air. Permukaan aspal di sekitar lubang tampak terkelupas dan tidak rata. Di beberapa titik, kerikil berserakan, memperburuk kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Risiko semakin besar saat hujan karena lubang tertutup air dan permukaan jalan menjadi licin. Di sisi kiri dan kanan jalan terdapat permukiman warga serta pepohonan, menandakan bahwa Jalan Alinda Raya merupakan akses penting bagi aktivitas masyarakat setempat.
Namun, di tengah padatnya lalu lintas, tidak terlihat rambu peringatan maupun tanda pengaman di sekitar titik jalan rusak. Hal ini menambah kekhawatiran pengguna jalan terhadap keselamatan mereka.
Keluhan Warga Terhadap Kondisi Jalan
Salah satu pengguna jalan, Yono (64), mengaku pernah mengalami kecelakaan saat melintas di ruas jalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa waktu itu ia pernah jatuh kepleset di situ. Saat itu, ia sedang membawa barang, dan barangnya sampai tumpah. Kejadian tersebut sangat mengganggu dan meresahkan.
Meski kecelakaan tidak terjadi setiap hari, Yono mengaku selalu merasa cemas ketika melintasi jalan tersebut, terutama pada jam-jam sibuk. “Pengendara saling berebut jalan. Apalagi kalau di waktu kerja,” katanya.
Karena khawatir akan keselamatan, Yono lebih memilih menggunakan jalur alternatif, meskipun harus menempuh jarak yang lebih jauh. Keluhan serupa disampaikan oleh Sumarna (60). Ia menilai Jalan Alinda Raya sudah tidak layak dilalui karena dipenuhi tambalan dan kerusakan di berbagai titik.
“Jalanannya sudah enggak layak dilewati mestinya,” ujar Sumarna. Selain kondisi jalan, ia juga menyoroti minimnya lampu penerangan yang turut memperparah risiko kecelakaan, terutama pada malam hari. “Lampu penerangan saya rasa kurang. Harusnya kan sepanjang jalan ada lampu. Ini hanya sebagian saja, sebelahnya gelap,” katanya.
Sumarna menyebutkan bahwa kerusakan Jalan Alinda Raya telah berlangsung sejak belasan tahun lalu dan belum pernah mendapat penanganan menyeluruh. “Sekitar 2015-an rusaknya. Jadi sistemnya tambal sulam gitu. Baru sekarang ini permanen, tapi belum sampai ke sini,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar kondisi jalan kembali aman bagi pengguna. “Secepatnya kalau bisa diperbaiki, soalnya risikonya bahaya,” kata Sumarna.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar