Jalan Kelayan A dan B Banjarmasin Terendam, Pengendara Cari Jalur Aman untuk Hindari Kebocoran Mesin

Jalan Kelayan A dan B Banjarmasin Terendam, Pengendara Cari Jalur Aman untuk Hindari Kebocoran Mesin Motor

Genangan Air di Jalan Kelayan A dan B

Genangan air yang terjadi di wilayah Banjarmasin tidak hanya menggenangi Jalan Kelayan A, tetapi juga memengaruhi Jalan Kelayan B. Meskipun genangan di Jalan Kelayan B tidak se dalam Jalan Kelayan A, kondisi ini tetap menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga setempat.

Pada Sabtu (3/1/2026) pukul 00.20 Wita, ketinggian air di Jalan Kelayan A mencapai lutut orang dewasa, sedangkan di Jalan Kelayan B hanya sedikit di atas mata kaki. Hal ini membuat kendaraan bermotor masih dapat melintas dengan aman tanpa mengalami mogok.

"Di sebelah (Kelayan B) lebih baik kalau mau lewat, di sana air tidak dalam," ujar Maryam, warga setempat.

Mulai dari jalur masuk Jalan Kelayan B hingga mendekati Jembatan Gerilya, ketinggian air terpantau stabil antara mata kaki dan betis. Karena kondisi tersebut, para pengguna jalan lebih memilih melewati Jalan Kelayan B untuk menghindari risiko mesin motor mati akibat terendam air.

"Iya, betul, Kelayan B tidak dalam, jadi motor bisa lewat di sana Nak," kata Mama Rizki, warga Kelayan A yang tengah sibuk berbenah karena rumahnya ikut terendam.

Meski genangan tidak terlalu tinggi, rumah-rumah warga di sepanjang Jalan Kelayan B tetap tidak luput dari kemasukan air. Beberapa toko dan rumah warga mulai terendam, walaupun dampaknya tidak separah yang terjadi di Jalan Kelayan A.

Sementara suasana tengah malam di lokasi tersebut masih tampak ramai. Para remaja terlihat menikmati masa libur sekolah dengan begadang. Di tengah genangan air yang menghiasi Jalan Kelayan A dan B, para pemuda juga berkumpul di pos-pos ronda turut memantau ketinggian air.

“Siap Bang, sama-sama kita!” sapa salah seorang remaja kepada jurnalis Banjarmasin Post yang melintas di lokasi.

Kondisi Genangan dan Dampaknya pada Masyarakat

Genangan air di kedua jalan tersebut menunjukkan bahwa musim hujan telah memengaruhi wilayah Banjarmasin secara signifikan. Meskipun tidak terlalu dalam, genangan ini tetap menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat. Berbagai upaya dilakukan oleh warga untuk mengurangi dampak genangan, seperti memperbaiki saluran air dan menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, keberadaan pos-pos ronda menjadi bagian penting dalam memantau situasi genangan. Para pemuda yang terlibat dalam pos ronda ini tidak hanya bertugas memantau ketinggian air, tetapi juga membantu warga dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga.

Upaya Pemulihan dan Kesiapan Warga

Warga setempat terus berupaya untuk memulihkan kondisi lingkungan mereka. Beberapa dari mereka melakukan pembersihan saluran air dan membersihkan area yang tergenang. Meski proses ini memakan waktu, kebersamaan dan kerja sama antar warga menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi seperti ini.

Tidak hanya itu, banyak warga juga mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan genangan yang lebih parah di masa depan. Beberapa dari mereka bahkan sudah membangun tanggul sementara untuk mencegah air masuk ke dalam rumah mereka.

Peran Komunitas dalam Menghadapi Bencana

Komunitas setempat berperan penting dalam menghadapi genangan air. Selain memantau ketinggian air, mereka juga saling membantu satu sama lain dalam mengatasi masalah yang timbul akibat genangan. Misalnya, warga yang tinggal di daerah yang lebih tinggi sering membantu warga yang tinggal di daerah yang lebih rendah dengan memberikan perlengkapan atau alat bantu.

Peran komunitas ini sangat penting, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Dengan adanya kerja sama yang kuat, masyarakat bisa lebih cepat merespons dan mengatasi masalah yang terjadi.

Kesimpulan

Genangan air di Jalan Kelayan A dan B menunjukkan bahwa banjir adalah hal yang sering terjadi di wilayah Banjarmasin. Meski tidak terlalu dalam, genangan ini tetap menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga setempat. Namun, dengan kebersamaan dan kerja sama, masyarakat bisa menghadapi situasi ini dengan lebih baik. Peran pos-pos ronda dan komunitas lokal menjadi faktor penting dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan warga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan