Jalan Kelayan A Terendam Banjir, Motor Mogok

Jalan Kelayan A Terendam Banjir, Motor Mogok

Banjir Menyapu Jalan Kelayan A, Warga Mengeluh

Jalan Kelayan A di Kecamatan Banjarmasin Selatan mengalami genangan air yang cukup parah. Genangan tersebut terjadi di wilayah Kelurahan Murung Raya, dengan air menutupi ruas jalan dan mulai masuk ke area permukiman warga. Pada Jumat (2/1/2026) pukul 23.30 Wita, kondisi ini terlihat dari depan Gang Sidodadi hingga melewati Jembatan Kuning Gerilya.

Genangan air tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga memengaruhi rumah-rumah warga sekitar. Beberapa bangunan seperti Langgar dan Masjid Al-Hikmah juga terendam oleh air. Tinggi air mencapai lutut orang dewasa, sehingga membuat warga kesulitan untuk beraktivitas.

“Air mulai naik sejak jam 5 sore. Kalau hujan turun lagi, bisa jadi semakin tinggi,” ujar Maryam, warga setempat. Ia menyampaikan bahwa kondisi banjir ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi pengendara kendaraan bermotor.

Banyak kendaraan yang memaksa melintas jalan tersebut akhirnya mogok. Khususnya kendaraan berkarburator, karena mesinnya terendam air. Gelombang air yang dihasilkan oleh kendaraan roda empat semakin memperparah situasi banjir.

“Banyak kendaraan yang mogok, jangan coba-coba lewat sampai tengah jalan. Bisa rusak kendaraan,” kata Maryam sambil memberi himbauan kepada BPost untuk memarkirkan kendaraan.

Dalam beberapa tahun terakhir, genangan air biasanya hanya terjadi di sisi-sisi jalan dekat sungai. Namun, malam ini berbeda. Genangan air mencapai tengah jalan dan bahkan masuk ke dalam rumah-rumah warga.

“Baru kali ini sejak 2021, biasanya hanya di pinggir-pinggir saja. Sekarang sampai ke tengah jalan panjang, penuh masuk semua ke rumah-rumah,” ujar Fadli, warga lain yang berada di lokasi kejadian.

Menurut informasi yang diperoleh, air biasanya naik pada tengah malam. Namun, malam ini air sudah mulai naik sejak sore hari. Jika hujan terus turun, kemungkinan besar ketinggian air akan bertambah.

“Biasanya tengah malam naiknya, ini sore sudah naik Mas, parah banar ini,” tambah Fadli.

Di tengah kondisi yang sulit, suasana rumah-rumah warga tampak tertutup oleh air. Sebagian warga memilih beristirahat di lantai dua rumah, sementara pos ronda malam masih ramai dengan warga yang berjaga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan