Jalan Lantora Polman Diperbaiki Usai Aksi Tanam Pisang Warga

Jalan Lantora Polman Diperbaiki Usai Aksi Tanam Pisang Warga

Perbaikan Jalan Rusak di Jl Tamingundur Dimulai

Perbaikan jalan rusak di Jl Tamingundur, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mulai dilakukan pada Sabtu (13/12/2025). Jalan yang sebelumnya berlubang dan mengalami kerusakan parah ini kini sedang diperbaiki dengan bantuan warga setempat. Proses perbaikan ini dilakukan atas arahan dan bantuan dari Dinas PUPR Polman.

Sebelumnya, warga menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang tidak kunjung diperbaiki. Aksi ini sempat viral di media sosial beberapa pekan terakhir. Akibatnya, pihak pemerintah dan dinas terkait memberikan respons untuk segera memperbaiki jalan tersebut.

Aksi Protetik Warga

Aksi menanam pohon pisang dilakukan oleh warga pada Senin (17/11/2025). Mereka memilih cara ini karena jalan sepanjang satu kilometer tersebut sudah rusak parah selama bertahun-tahun. Pohon pisang setinggi tiga meter ditanam di tengah jalan, tepat di atas jembatan drainase yang mengalami kerusakan.

Warga menyebut bahwa jalan ini merupakan penghubung antara desa dan kelurahan di Kecamatan Polewali. Kerusakan jalan ini membuat kendaraan roda empat kesulitan melewati jalur tersebut, terutama kendaraan besar seperti truk.

"Kita pasang pohon pisang sebagai bentuk protes karena jalan rusak parah. Apalagi kalau mobil 10 roda melintas," kata salah satu warga, Salma, saat menunjuk jembatan retak dan berlubang.

Proses Perbaikan Jalan

Proses perbaikan jalan ini dilakukan dengan bantuan tenaga warga setempat. Dinas PUPR Polman memberikan bahan-bahan seperti besi dan semen, serta memberikan ongkos kerja kepada warga. Menurut Herman, salah satu warga yang terlibat dalam proses perbaikan, pihak dinas memberikan instruksi untuk melakukan perbaikan.

"Ada datang dari PUPR bawa bahan, dia suruh kita kerjakan ini jalan rusak, ada ongkos kerja dia kasi," ujar Herman.

Rencananya, jalan berlubang akan ditambal menggunakan besi lalu dilakukan pengecoran. Selama proses perbaikan, kendaraan berat seperti truk dilarang melintas agar hasil perbaikan lebih kuat dan tahan lama.

"Supaya perbaikan tambal jalan berlubang ini kuat, kita pasang besi baru cor, selama perbaikan truck dilarang untuk melintas dulu," tambah Herman.

Respons dari Pihak Pemerintah

Setelah aksi warga viral di media sosial, pegawai pemerintah kelurahan dan tim dari Dinas PUPR Polman datang meninjau langsung lokasi jalan yang rusak. Setelah meninjau, akhirnya pihak dinas memberikan respons cepat dengan memulai perbaikan jalan menggunakan tenaga warga sekitar.

Herman menambahkan bahwa upaya warga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes mendapat perhatian dari pemerintah. Meski awalnya hanya sebagai bentuk protes, aksi ini akhirnya membawa hasil nyata berupa perbaikan jalan yang dilakukan oleh warga dan didukung oleh instansi terkait.

Keuntungan bagi Warga

Dengan adanya perbaikan jalan, warga setempat akan lebih mudah mengakses wilayah lain. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan roda empat kini mulai dapat digunakan kembali. Hal ini juga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, karena akses transportasi yang baik akan memudahkan distribusi barang dan jasa.

Selain itu, keberlanjutan perbaikan jalan juga menjadi perhatian utama. Dengan penanganan yang tepat, jalan ini diharapkan tidak lagi mengalami kerusakan yang sama dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Perbaikan jalan di Jl Tamingundur merupakan bukti bahwa aksi protes warga dapat memicu respons positif dari pihak pemerintah. Dengan keterlibatan warga dan dukungan dari Dinas PUPR Polman, jalan yang sebelumnya rusak parah kini mulai diperbaiki. Proses ini juga menjadi contoh bagaimana masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan