Jalan Sukabumi-Sagaranten Dibuka Kembali Setelah Perbaikan Darurat Selesai

Jalan Sukabumi-Sagaranten Dibuka Kembali Setelah Perbaikan Darurat Selesai

Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten Kembali Dapat Dilalui

Akses Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten yang sempat terganggu akibat pergerakan tanah kini kembali dapat dilalui kendaraan. Penanganan darurat yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat telah rampung dan memungkinkan arus lalu lintas kembali normal, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Koordinator Perbaikan Jalan Provinsi Sukabumi-Sagaranten Asep menjelaskan bahwa pihaknya melakukan langkah cepat dengan perbaikan sementara di titik jalan yang terdampak. Dalam proses tersebut, petugas memasang beronjong sebagai penahan tanah, dilengkapi susunan batu, serta lapisan batu split berukuran kecil di bagian atas jalan untuk memperkuat struktur sementara.

Asep menyebutkan, penanganan darurat ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang melintas, khususnya pengguna jalan yang bergantung pada jalur penghubung Sukabumi-Sagaranten.

”Kami lakukan penanganan dan perbaikan darurat, dengan memasang beronjong, batu, dan di atasnya ditambahkan batu split kecil,” ujarnya, Jumat 2 Desember 2025.

Asep menambahkan, perbaikan sementara tersebut telah diselesaikan pada Kamis 1 Januari 2026 dan sejak itu jalan sudah bisa dilalui kembali. Dengan dibukanya akses ini, aktivitas warga dan distribusi barang yang sempat terganggu diharapkan kembali berjalan lancar.

Sebelumnya, pergerakan tanah di ruas Jalan Provinsi Sukabumi-Sagaranten menyebabkan badan jalan mengalami kerusakan cukup serius. Kondisi tersebut sempat memaksa petugas memberlakukan sistem buka-tutup lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan, mengingat sebagian struktur jalan mengalami penurunan dan rawan longsor.

Peristiwa pergerakan tanah itu menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah di selatan Kabupaten Sukabumi. Pemerintah daerah bersama Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat pun bergerak cepat melakukan penanganan darurat sambil menyiapkan langkah lanjutan untuk perbaikan permanen.

Titik-Titik Terdampak Pergerakan Tanah

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Kabupaten Sukabumi III Wisnu Sunjaya menyebut akibat bencana pada Desember 2025 lalu, ada empat titik yang terdampak di sepanjang Jalan Raya Sukabumi-Sagaranten-Tegalbuleud Dua.

”Itu karena ada banjir lumpur kiriman dari area perkebunan. Kemudian jalan ambles akibat pergerakan tanah di dekat Buniayu Desa Kertaangsana. Sisanya hanya longsoran kecil. Sudah tertangani semua,” kata Wisnu.

Proses Perbaikan dan Langkah Lanjutan

Proses perbaikan darurat yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat mencakup beberapa tahapan penting. Pertama, dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi jalan untuk menentukan titik-titik yang paling rentan. Selanjutnya, petugas memasang beronjong sebagai penahan tanah, yang kemudian diperkuat dengan susunan batu dan lapisan batu split kecil. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan kestabilan jalan dalam jangka pendek.

Selain itu, pihak terkait juga sedang menyiapkan rencana perbaikan permanen. Rencana ini akan melibatkan teknologi dan metode yang lebih canggih untuk memastikan ketahanan jalan terhadap ancaman bencana alam seperti pergerakan tanah atau banjir.

Keuntungan bagi Masyarakat

Dengan kembali dibukanya akses Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten, masyarakat yang sebelumnya kesulitan dalam beraktivitas kini kembali merasa nyaman. Aktivitas ekonomi, seperti distribusi barang dan transportasi, juga mulai kembali stabil. Hal ini sangat penting, terutama bagi daerah-daerah yang terletak di sekitar jalur tersebut, yang bergantung pada akses jalan untuk kelancaran kehidupan sehari-hari.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan