
Perubahan Besar di Jalan Penghubung Kecamatan Tulung Selapan
Jalan penghubung ke Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kini mulai dibangun dengan cor dan aspal. Sebagian ruas jalan sudah mulus sehingga jarak tempuh ke Palembang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam. Namun, sebelumnya jalan ini menjadi momok menakutkan karena rusak berat dan berlumpur sedalam lutut orang dewasa, membuat transportasi mobil sering nyangkut dan barang dagangan tidak bisa sampai tujuan.
Kenangan Pahit yang Mulai Sirna
Kenangan pahit masyarakat dari Kecamatan Tulung Selapan OKI saat harus berjibaku dengan lumpur sedalam lutut kini mulai sirna. Jalan penghubung ke Tulung Selapan kini mulai dibangun dengan cor dan aspal. Jalan poros yang selama puluhan tahun menjadi keluhan dan berkali-kali viral di media sosial itu kini berangsur mulus.
Pantauan di lapangan, akses jalan dulunya rusak parah di ruas Lebung Batang–Lebung Itam hingga Tulung Selapan kini telah dilapisi aspal dan cor beton. Transformasi ini menjadi angin segar bagi mobilitas dan ekonomi masyarakat di pesisir timur OKI.
Perubahan ini dirasakan langsung oleh Erni, warga Tulung Selapan Ilir. Ia mengenang masa-masa sulit perjalanan menuju Kota Palembang terasa seperti perjalanan lintas pulau.
"Pernah waktu itu dari Tulung Selapan ke Palembang sampai 12 jam. Berangkat jam 07.00 WIB baru sampai rumah jam 22.00 malam," kenang Erni saat berbincang di sela kunjungan Gubernur Sumsel dan Bupati OKI pada Rabu (31/12/2025) sore.
Sebagai pedagang, kondisi jalan rusak tersebut tentunya adalah kerugian nyata.
"Sering sampai Palembang toko sudah tutup. Pulang sia-sia, rugi di ongkos, rugi di waktu," tambahnya.
Pengalaman Pilu yang Terwujud
Pengalaman pilu juga diceritakan Nurhaya (54), pedagang di Pasar Tulung Selapan. Ia bahkan pernah terpaksa membuang barang dagangannya karena kendaraan terjebak lumpur berhari-hari.
"Kerugiannya sudah tidak terhitung. Pernah air minum isi ulang satu tangki terpaksa dibuang karena mobil tak bisa lewat dan sudah terlalu lama terjebak," ujar Nurhaya.
Namun kini, tersenyum lega karena waktu perjalanan menjadi singkat.
"Alhamdulillah sekarang ke Kota Palembang cukup 3 sampai 4 jam saja," ungkapnya.
Perhatian Pemerintah Provinsi
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru yang meninjau langsung lokasi pembangunan jalan Tulung Selapan dengan melakukan perjalanan darat (riding) bersama Bupati OKI H. Muchendi.
Ia menegaskan bahwa infrastruktur jalan adalah prioritas utama pembangunan di Sumsel. Menurutnya, perbaikan jalan bukan tanpa alasan. Pada tahun 2025 ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 66 miliar khusus untuk memperbaiki 7 titik krusial yang menghubungkan 4 kecamatan SP Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan.
"Keluhan masyarakat kami tindaklanjuti. Ruas jalan di sini memang jadi perhatian khusus agar manfaat pembangunan bisa dirasakan merata. Pembangunan harus menjadi bukti nyata, bukan sekadar wacana," tegas Herman Deru.
Ia mengungkapkan, total bantuan keuangan bersifat khusus (BKBK) dari Pemprov Sumsel untuk Kabupaten OKI tahun 2025 capai angka fantastis yaitu Rp 371 miliar.
"Anggaran besar ini dikucurkan mengingat wilayah OKI yang sangat luas, namun keterbatasan APBD," sambungnya.
Harapan Masyarakat
Dengan adanya peningkatan ini, Bupati OKI, H. Muchendi, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi. Dikatakan, akses jalan yang layak di wilayah ini adalah impian yang sudah lama dipendam warga.
"Jalan SP Padang–Pampangan hingga Tulung Selapan ini impian warga sejak lama. Tanpa bantuan ini, belum tentu masyarakat bisa menikmati jalan yang layak di akhir 2025," ujar Muchendi.
Meski belum sepenuhnya rampung 100 persen, progres yang ada saat ini telah memutus isolasi ekonomi dan berikan harapan baru ribuan warga di pesisir OKI.
"Semoga ke depan mobilitas barang dan orang dapat lebih baik dan ekonomi masyarakat menjadi lebih meningkat lagi," pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar