
nurulamin.pro, PATI – Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Pati, tidak hanya dikenal dengan keindahan alam khas pegunungan atau keberagaman masyarakatnya.
Desa Wisata Pancasila Jrahi juga dikenal sebagai penghasil aneka buah-buahan, mulai dari durian, alpukat, buah naga, hingga rambutan.
Selain itu, desa yang berada di kawasan lereng Pegunungan Muria ini juga punya daya tarik hasil bumi berupa jambu madu deli.
Buah tersebut kini makin banyak diburu, baik untuk disantap secara langsung atau untuk oleh-oleh.
”Jambu madu deli memang memiliki potensi besar. Saat ini banyak dikirim ke Jakarta, Surabaya, hingga Bojonegoro,” salah petani jambu madu deli di Desa Jrahi, Yusuf Heri Novianto, Jumat (2/1/2026).
Masyarakat yang berkunjung ke Desa Jrahi juga bisa mencoba wisata petik jambu secara langsung di kebun.
”Pengunjung bisa petik sendiri. Salah satunya di kafe GMJ Jrahi. Di bawahnya ada kebun. Bisa untuk oleh-oleh,” jelas dia.
Harga jambu madu deli di Jrahi saat ini berkisar Rp12 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
Jambu madu deli memiliki sejumlah keunggulan dibanding jambu jenis lainnya. Menurut Yusuf, buah berwarna hijau kemerahan ini rasanya lebih manis.
”Mungkin secara penampilan tidak semenarik jambu citra, namun rasanya manis,” kata dia.
Jambu ini juga berukuran cukup besar. Bisa mencapai dua ons lebih per buah.
Dalam setahun, petani setempat bisa panen jambu madu deli hingg tiga kali.
"Jadi hampir setiap bulan bisa kalau ingin petik di kebun. Berbeda dengan alpukat dan durian yang musiman,” terang Yusuf.
Pengunjung asal Kudus, Ulil Albab, mengaku tertarik untuk mencoba petik buah begitu mendengar Desa Jrahi punya wisata jambu madu deli.
”Bisa memilih dan memetik langsung. Baru tahu saya kalau di Desa Jrahi selain alpukat dan durian juga ada jambu madu deli. Biasanya kalau pas musim, saya pesan durian ke teman yang tinggal di sini. Sekarang mungkin akan pesan jambu madu deli juga," kata dia. (mzk)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar