James Riady: 2026, Tahun Penuh Kejutan dalam Dekade Ini

Tahun 2026 Dianggap Paling Tidak Terduga dalam Beberapa Dekade

Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia Bidang Luar Negeri, James Riady, mengingatkan bahwa tahun 2026 berpotensi menjadi salah satu tahun paling tidak terduga dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya, menjelang pergantian tahun, dunia masih diliputi ketidakpastian dan dalam kondisi yang sangat rapuh.

Pergeseran dinamika global diperkirakan akan semakin menajam. Kompetisi antara negara besar berpotensi meningkat, aliansi global bisa bergeser, dan konflik yang sebelumnya bersifat regional bisa meluas. Hal ini diperkuat oleh prediksi dari berbagai lembaga dunia seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat, terfragmentasi, serta sedang mengalami transformasi besar.

Perlambatan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk melemahnya perdagangan dunia, rantai pasok yang direstrukturisasi demi keamanan bukan sekadar efisiensi, utang publik di banyak negara yang mencapai titik tertinggi, serta perkembangan teknologi yang lebih pesat dibandingkan penerbitan regulasi baru.

"Secara geopolitik, dunia memasuki era yang paling tidak terduga dalam beberapa dekade," ujar Chairman Lippo Group ini dalam keterangan tertulis.

Perkembangan di Sektor Keuangan

Di sektor keuangan, muncul berbagai kerentanan baru. Valuasi aset di sejumlah negara berada di posisi rentan setelah naik terlalu cepat dalam beberapa tahun terakhir. Sistem perbankan juga belum benar-benar pulih akibat tekanan kredit bermasalah dan kerugian portofolio di tengah suku bunga tinggi.

Era suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama juga berpotensi menjadi tekanan nyata bagi dunia usaha menjelang 2026. Selain itu, ketidakpastian sosial dan politik juga meningkat. Pasalnya, tahun depan akan menjadi tahun pemilu di negara-negara kunci, termasuk Amerika Serikat, Brasil, Bangladesh, dan beberapa negara Eropa, yang berpotensi membawa implikasi besar bagi stabilitas global dan pasar keuangan internasional.

"Jika disatukan semuanya, 2026 berpotensi menjadi tahun di mana banyak hal dapat berjalan salah arah," kata James.

Risiko yang Mungkin Terjadi

James membeberkan risiko yang kemungkinan bakal terjadi di tahun depan, mulai dari perlambatan ekonomi global yang lebih tajam, proteksionisme dan pembatasan ekspor yang meningkat, ketidakstabilan energi, konflik berkepanjangan, hingga disrupsi teknologi yang melampaui kemampuan adaptasi.

"Inilah realitas dunia yang sedang kita hadapi," kata dia.

Kesimpulan

James Riady menilai 2026 berpotensi menjadi salah satu tahun paling tidak terduga dalam beberapa dekade karena kombinasi tekanan geopolitik, perlambatan ekonomi global, kerentanan sektor keuangan, serta ketegangan sosial-politik menjelang pemilu di sejumlah negara besar. Dengan perdagangan yang melemah, rantai pasok yang direstrukturisasi, utang publik yang menumpuk, valuasi aset yang rentan, dan konflik yang berpotensi meluas, ia memperingatkan bahwa banyak hal dapat bergerak ke arah yang salah jika faktor-faktor tersebut saling bertemu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan