
nurulamin.pro.CO.ID – JAKARTA.
PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatra Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar menilai bahwa target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar kontribusi penjaminan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai 90% pada 2028 masih tergolong realistis. Meskipun industri penjaminan menghadapi sejumlah tantangan, langkah-langkah yang dilakukan oleh lembaga seperti PT Jamkrida Sumbar memberikan harapan bahwa target tersebut dapat dicapai.
Hingga Oktober 2025, kontribusi penjaminan UMKM terhadap total portofolio industri penjaminan telah mencapai sekitar 70%. Pertumbuhan portofolio secara rata-rata mencapai 5% per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa sektor UMKM memiliki peran penting dalam pengembangan industri penjaminan.
Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli menyampaikan bahwa target dalam roadmap OJK masih dapat dicapai selama terdapat penguatan kapasitas dan tata kelola industri penjaminan. Ia menjelaskan bahwa meski industri penjaminan menghadapi berbagai tantangan, target yang ditetapkan dalam roadmap OJK masih dalam jangkauan dan dapat dipandang realistis.
Menurutnya, meskipun risiko kredit UMKM dan tingkat kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) masih relatif tinggi, target tersebut tetap memungkinkan dengan dukungan kebijakan OJK yang mendorong konsolidasi industri serta penguatan struktur keuangan lembaga penjaminan.
Di tengah tantangan tersebut, Jamkrida Sumbar terus melakukan berbagai langkah mitigasi risiko guna menjaga keberlanjutan bisnis penjaminan kredit UMKM. Beberapa strategi yang diambil antara lain:
- Peninjauan dan revisi terms and conditions kerja sama dengan mitra perbankan untuk memperkuat posisi penjaminan.
- Pengaturan cadangan klaim di atas ketentuan minimum yang ditetapkan OJK.
- Kerja sama penjaminan ulang (re-guarantee) hingga 80% dari total portofolio sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).
Di sisi pengembangan pasar, Jamkrida Sumbar aktif melakukan sosialisasi ke berbagai kabupaten dan kota di Sumatra Barat melalui program literasi dan inklusi keuangan. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai manfaat penjaminan sekaligus memberikan pendampingan usaha.
Dengan berbagai strategi tersebut, Jamkrida Sumbar optimistis nilai portofolio penjaminan produktif dapat mencapai Rp 1,93 triliun pada 2026, atau tumbuh sekitar 47% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, klaim penjaminan produktif pada 2026 diproyeksikan sebesar Rp 56 miliar, atau turun sekitar 14% secara tahunan.
Sebagai catatan, hingga November 2025, Jamkrida Sumbar telah membukukan penjaminan produktif sebesar Rp 11 triliun, dengan kontribusi mencapai 57% dari total penjaminan sebesar Rp 19 triliun. Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan penjaminan sektor produktif tercatat rata-rata 14% per tahun.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar