
nurulamin.pro
- Ya, air radiator atau coolant pada motor bekas memiliki masa pakai yang sama dengan oli mesin.
Artinya, air radiator atau coolant tidak hanya cukup ditambahkan saja.
"Sebagian besar pengendara hanya menambahkan air radiator (coolant) saja," ujar Bowo, mekanik bengkel R59 Racing.

"Padahal air radiator itu harus diganti atau dikuras secara berkala," tambahnya.
Sebagai mekanik balap, Bowo memiliki patokan khusus untuk menguras air radiator pada motor.
"Sebaiknya air radiator (coolant) diganti setiap 10.000 km pemakaian sekali," jelas Bowo.
"Atau sebaiknya ganti air radiator setiap 1 tahun sekali jika motor jarang dipakai," tuturnya saat ditemui di Jl. Dewi Sartika No.32D, Ciputat, Tangerang Selatan.
Jadi serupa dengan oli mesin, air radiator atau coolant juga memiliki masa pakai.
Bedanya, usia pemakaian air radiator atau coolant lebih panjang dari oli mesin.
Air radiator atau coolant disarankan diganti setiap 10.000 km atau 1 tahun sekali.
Sedangkan oli mesin disarankan pabrikan diganti setiap interval 4.000 km pemakaian.
Jadi jangan cuma ditambahkan, air radiator atau coolant juga wajib dikuras dan diganti secara berkala.
Pentingnya Merawat Air Radiator pada Motor Bekas
Merawat motor bekas memerlukan perhatian khusus terhadap komponen-komponen penting seperti air radiator atau coolant. Meskipun terlihat sederhana, air radiator berperan penting dalam menjaga suhu mesin agar tetap stabil. Jika tidak dirawat dengan benar, bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada mesin.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat air radiator:
-
Masa Pakai Air Radiator
Air radiator atau coolant memiliki masa pakai yang sama dengan oli mesin. Namun, waktu penggantiannya lebih lama dibandingkan oli mesin. Biasanya, air radiator disarankan diganti setiap 10.000 km atau setahun sekali. -
Pemakaian Jarang
Jika motor jarang digunakan, air radiator tetap perlu diganti setiap satu tahun sekali. Hal ini karena air radiator bisa mengendap atau terkontaminasi oleh debu dan kotoran. -
Perbedaan dengan Oli Mesin
Berbeda dengan oli mesin yang perlu diganti setiap 4.000 km, air radiator memiliki masa pakai yang lebih panjang. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi air radiator secara berkala. -
Tidak Hanya Ditambahkan
Banyak pengendara hanya menambahkan air radiator tanpa memperhatikan kondisi air radiator yang sudah rusak atau terkontaminasi. Ini bisa berdampak buruk pada performa mesin.
Tips Merawat Air Radiator dengan Baik
Untuk memastikan air radiator tetap dalam kondisi baik, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
-
Cek Kondisi Secara Berkala
Pastikan untuk mengecek kondisi air radiator setiap 5.000 km atau setiap bulan jika motor digunakan rutin. Periksa apakah air radiator berwarna keruh atau terdapat endapan. -
Gunakan Coolant yang Sesuai
Gunakan coolant yang sesuai dengan jenis motor Anda. Jangan campurkan coolant dengan air biasa, karena bisa mengurangi efektivitas pendinginan mesin. -
Kuras dan Ganti Secara Berkala
Jangan hanya menambahkan air radiator tanpa mengurasnya terlebih dahulu. Penggantian secara berkala akan membantu menjaga performa mesin dan mencegah kerusakan. -
Hindari Kontaminasi
Pastikan alat dan wadah yang digunakan untuk menambahkan air radiator bersih. Kontaminasi bisa menyebabkan kerusakan pada sistem pendingin mesin.
Dengan merawat air radiator secara benar, motor bekas dapat tetap berfungsi dengan baik dan tahan lama. Jangan abaikan perawatan kecil seperti ini, karena bisa berdampak besar pada kesehatan mesin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar