Janji Listrik Aceh Kini Diulang Bahlil untuk Tapsel dengan 250 Tenda yang Belum Datang

Janji Listrik Aceh Kini Diulang Bahlil untuk Tapsel dengan 250 Tenda yang Belum Datang

Kritik terhadap Janji Bahlil Lahadalia yang Belum Terealisasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menjadi sorotan setelah janjinya untuk menyalurkan 250 tenda kepada warga yang terdampak banjir bandang di Batangtoru, Tapsel belum terealisasi. Masyarakat yang tinggal di lokasi bencana merasa kecewa karena janji tersebut tidak segera diwujudkan meskipun sudah diberikan beberapa hari sebelumnya.

Bahlil sempat menyampaikan bahwa 250 tenda akan datang pada Senin (8/12/2025). Namun hingga Jumat (12/12/2025), bantuan tersebut masih belum sampai. Camat Batangtoru, Mara Tinggi, mengatakan bahwa informasi yang ia terima menyebutkan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan, tetapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda kehadiran tenda tersebut.

Di Desa Garoga, yang dikunjungi oleh Bahlil beberapa hari lalu, hanya terlihat tenda-tenda yang digunakan sebagai posko bantuan. Warga pengungsi masih harus tinggal di tempat-tempat sementara seperti rumah kerabat atau lokasi pengungsian lainnya. Kepala Desa Garoga, Risman Rambe, menyampaikan bahwa mereka sangat membutuhkan tenda untuk tempat tinggal sementara.

Sebelumnya, Bahlil juga melakukan kunjungan ke lokasi bencana bersama Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Dalam kunjungan tersebut, Bahlil berjanji untuk memberikan bantuan tenda dan meminta pihak ESDM membersihkan material banjir dan longsor menggunakan alat dari perusahaan tambang PT Agincourt Resources.

Pernyataan Bahlil tentang Listrik Aceh yang Tidak Terbukti

Selain itu, Bahlil juga membuat pernyataan yang tidak terbukti mengenai kondisi listrik di Aceh. Ia menyatakan bahwa 97 persen listrik di Aceh telah pulih normal. Pernyataan ini disampaikan saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Aceh. Namun, pihak Pemerintah Aceh membantah pernyataan tersebut.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa hingga saat ini, suplai listrik Aceh hanya mencapai 60-70 persen. Untuk Banda Aceh sendiri, kondisi kelistrikan masih berada di kisaran 35-40 persen. MTA menjelaskan bahwa jika suplai tegangan tinggi dari pembangkit listrik di Arun selesai, maka kemungkinan besar seluruh Aceh bisa menyala 100 persen.

Pernyataan Bahlil dinilai bisa menimbulkan kekecewaan masyarakat terhadap petugas PLN di lapangan. Oleh karena itu, MTA meminta klarifikasi untuk menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Ia juga berharap agar semua pihak berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan terkait kebijakan publik, terutama di tengah situasi bencana.

Masalah Listrik di Aceh Besar

Bupati Aceh Besar, Syech Muharram, juga mengeluhkan ketidakstabilan listrik di wilayahnya. Meskipun sebelumnya pemerintah pusat menyampaikan jadwal pemulihan listrik, hingga Senin sore, banyak wilayah masih mengalami pemadaman. Bupati langsung menghubungi Manajer PLN UP3 Banda Aceh, Rudi Hamiri, untuk meminta penjelasan.

Rudi menjelaskan bahwa sistem transmisi ArunBireuen sudah beroperasi, namun proses sinkronisasi ke jaringan interkoneksi masih memakan waktu. Pemadaman bergilir masih dilakukan karena sistem masih dalam kondisi isolated. Meski daya listrik sudah cukup, proses pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan.

Syech Muharram menanyakan apakah proses pemulihan akan berlangsung lama. Rudi menjelaskan bahwa proses sinkronisasi diperkirakan cepat, tetapi PLN belum dapat memastikan waktu pasti seluruh wilayah Aceh Besar mendapatkan suplai listrik stabil.

Kesimpulan

Janji-janji yang diberikan oleh pejabat pemerintah sering kali tidak terwujud sesuai harapan masyarakat. Hal ini menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah. Dalam situasi bencana, kejelasan dan realisasi janji sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan kesejahteraan warga yang terdampak.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan