Jasad korban tenggelam ditemukan di sungai belakang rusunawa Gunungsari Surabaya

Jasad korban tenggelam ditemukan di sungai belakang rusunawa Gunungsari Surabaya

Penemuan Jasad DW di Sungai Kali Surabaya

Jasad DW (46), yang dikabarkan tenggelam di Sungai Kali Surabaya, berhasil ditemukan pada Jumat (12/12/2025) pagi. Penemuan ini terjadi setelah BPBD Surabaya mengerahkan dua personil SAR khusus penyelam untuk mencari korban.

Penemuan tubuh korban dilakukan sekitar pukul 07.48 WIB. Tubuh korban berpostur tinggi 170 cm dan berat badan sekitar 55 kg itu, terjebak dalam lumpur dasar sungai dengan kedalaman sekitar tiga meter dari permukaan air. Lokasi penemuan jasad korban masih dekat dengan area titik awal saksi melihat korban hilang tenggelam, sejak semalam.

Proses pencarian dimulai pada hari ini, pukul 07.00 WIB. Ketua Tim Ops Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar Pranoto Negoro, menjelaskan bahwa upaya penyelaman dilakukan oleh dua orang penyelam BPBD di titik awal orang terakhir terlihat. Pada pukul 07.48, mereka berhasil menemukan korban di dasar sungai.

Kronologi Kejadian Awal

Menurut Arif, tidak ada saksi yang mengetahui kronologi kejadian awal korban dikabarkan tenggelam. Namun, korban diketahui tinggal bersama keluarganya yakni istri dan seorang anaknya di kawasan Jalan Waringin Kedurus, Sawunggaling, Surabaya. Korban juga memiliki usaha bersama orang tuanya di seberang, seperti ternak ayam atau warung.

Bantuan dari Warga

Meski tidak ada saksi yang mengetahui kejadian awal, ada saksi warga yang melihat korban berteriak-teriak meminta tolong saat berada di permukaan air, pada Kamis (11/12/2025) malam. Saksi berusaha menolong korban dengan melemparkan karet ban untuk mengevakuasi tubuh korban yang hanyut ke arah timur terbawa arus sungai. Sayangnya, upaya tersebut gagal karena karet ban yang dilemparkan saksi tidak berhasil digapai korban.

Saksi juga sempat berenang untuk menolong korban secara langsung, tetapi tidak berhasil. Dia sempat minta tolong. Sempat dilempar ban, oleh saksi. Pada saat dilempar ban, tapi saksi tidak sempat meraih ban. Saksi sempat turun juga, tapi korban tidak bisa digapai, ujar Arif.

Dugaan Terpengaruh Minuman Keras

Ayahanda korban, Nopi (60), mengatakan bahwa dirinya beberapa waktu sebelumnya berada di Bogor mengatarkan rombongan pernikahan kerabatnya. Setelah mendengar kabar bahwa anaknya hilang tenggelam, ia memutuskan kembali lebih cepat dari rombongan yang lain.

Berdasarkan informasi yang diketahuinya, sang anak bisa berenang. Namun, kemampuan itu hilang jika dalam keadaan terpengaruh minuman keras. Nopi tak menampik anaknya memiliki kebiasaan menenggak minuman keras. Kalau kondisi normal, ya bisa renang. Tapi kalau posisi gitu, ya engga bisa. Ya mungkin ya habis mabuk, habis minum. Iya kemungkinan habis mabuk. Kalau enggak mabuk, kemungkinan bisa renang dari tengah. Dia bisa. Bisa ke bawah juga, ya biasa, ujarnya.

Pemeriksaan Jenazah

Pantauan di lokasi, tubuh korban yang terbujur kaku itu, sudah dimasukkan dalam kantung jenazah yang diletakkan di atas perahu karet BPBD Surabaya. Posisi tubuh korban dalam keadaan tertelungkup. Korban memakai kaus biru dan bercelana panjang warna cokelat.

Setelah rampung diperiksa oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya, jenazah korban dievakuasi ke kamar mayat RS Bhayangkara Surabaya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan