Jatim Terpopuler: Harta Kapolres Tuban yang Dicopot - Nasib Istri Usai Mbah Tarman Ditangkap

Berita Terpopuler di Jawa Timur

Berikut berita terpopuler yang menjadi sorotan di Jawa Timur pada hari Kamis (11/12/2025). Banyak berita menarik yang terangkum dalam berita Jatim terpopuler. Di antaranya ada harta kekayaan Kapolres Tuban yang dicopot imbas dugaan minta setoran. Hingga kondisi istri Mbah Tarman setelah suami terlibat kasus cek palsu senilai Rp 3 miliar. Berikut berita Jatim terpopuler selengkapnya:

Maling Motor Kambuhan Diringkus

Anggota Polsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya menangkap pemuda berinisial MSN, karena terlibat pencurian motor Honda Vario warna hitam bernopol L-3324-JE, pada Kamis (20/11/2025).

Nyatanya, pernah mendekam di penjara tak membuat MSN kapok. Setelah keluar penjara, MSN masih mencuri motor di Surabaya. Yakni motor milik HPT, warga yang bermukim di kawasan perumahan kawasan Lakarsantri Surabaya.

Setelah korban melaporkan kasus tersebut ke markas kepolisian setempat, akhirnya tersangka berhasil ditangkap dan kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya, Kompol M Akhyar mengatakan, MSN tidak beraksi sendirian, melainkan dengan temannya, pelaku YD di lokasi tersebut. Sosok tersebut sudah berhasil diidentifikasi oleh personelnya, kini profilnya sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Pelaku yang buron itu membawa kabur Vario (korban) masih kami buru, dia sudah masuk DPO kami," ujarnya pada awak media, pada Selasa (9/12/2025).

Tercatat, ada tiga lokasi yang pernah disatroni oleh komplotan tersangka MSN. Akhyar mengungkapkan, selain lokasi di kawasan Lakarsantri, komplotan itu pernah mencuri motor di parkiran klinik hewan kawasan Jalan Dukuh Kupang Barat, Surabaya pada Selasa (11/11/2025) malam.

Bahkan, masih di bulan yang sama yakni November 2025 itu, tersangka MSN sempat beraksi mencuri motor tapi berpasangan dengan pelaku FD yang profilnya juga telah dimasukkan dalam DPO. Mereka pernah mencuri motor Honda Beat milik korban berinisial FA di kawasan Jalan Bendul Merisi, Tenggilis Mejoyo, Surabaya.

"Mereka berganti pasangan teman beraksi, beberapa sudah kami masukkan DPO namanya, mohon waktu, kami masih kejar," jelasnya.

Menurut Akhyar, komplotan tersebut kerap berkeliling di permukiman warga untuk mencari sasaran. Terkadang, mereka juga menargetkan motor di parkiran minimarket dan pusat area publik lain yang tanpa pengawasan pihak keamanan.

Harta Kekayaan Kapolres Tuban yang Dicopot

AKBP William Cornelis Tanasale dicopot mendadak dari jabatannya sebagai Kapolres Tuban. Dia diduga menekan anggota untuk memberikan setoran dalam jumlah besar dan melakukan pemotongan anggaran operasional Polres Tuban.

Harta kekayaan AKBP William Cornelis Tanasale pun menjadi sorotan. AKBP William Cornelis Tanasale dicopot dari jabatan Kapolres Tuban berdasarkan Surat Perintah Kapolda Jatim Nomor Sprin/2611/XII/KEP/2025 yang ditandatangani Irjen Pol Nanang Avianto pada Senin (8/12/2025).

Pencopotan itu dilakukan setelah keluarnya Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) R/LHP-361/XII/2025/Paminal, yang memuat adanya dugaan bahwa AKBP William menekan anggota untuk setoran dalam jumlah besar dan melakukan pemotongan anggaran operasional Polres Tuban.

Berdasarkan laporan terakhir, tahun 2024 yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui sistem e-LHKPN, total kekayaan Tanasale, per 31 Desember 2024 tercatat mencapai Rp 1.050.500.000 tanpa adanya beban utang.

Dalam laporan tersebut, harta terbesar Tanasale berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 800 juta yang berlokasi di Kabupaten/Kota Kubu Raya. Selain itu, ia juga tercatat memiliki dua kendaraan berupa motor Yamaha Mio tahun 2010 dan mobil Honda CRV tahun 2013 dengan total nilai Rp 124,5 juta.

Aset lainnya berupa harta bergerak senilai Rp 6 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 120 juta. Total keseluruhan kekayaan itu membentuk saldo harta bersih sebesar Rp 1,050 miliar.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Jules Abraham Abast, membenarkan saat ini Tanasale sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam. Ia menyebut, pemberhentian sementara dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

“AKBP WT sedang menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh Propam. Yang bersangkutan diberhentikan sementara hingga proses pemeriksaan selesai,” ujar Jules, Selasa (9/12/2025).

Ia menegaskan, pasca pencopotan tersebut, posisi Kapolres Tuban kini diisi oleh Kombes Pol Agung Setyo Nugroho sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres Tuban. Penunjukan Plt Kapolres Tuban dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Jules menyatakan, Propam masih mendalami informasi yang diterima dan akan menyampaikan perkembangan selanjutnya setelah proses pemeriksaan rampung.

Pemindahan Barang

Aktivitas pemindahan barang terlihat berlangsung di rumah dinas AKBP William Cornelis Tanasale saat menjabat Kapolres Tuban, di Jalan Pattimura, Kelurahan Baturetno, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (9/12/2025). Pantauan aiotradedi lapangan, tampak dua truk, masing-masing berwarna kuning dan putih, terparkir di halaman rumah dinas tersebut.

Kondisi Istri Mbah Tarman Usai Suami Ditangkap Akibat Cek Palsu

Terungkap, Sheila Arika istri Mbah Tarman tetap cinta dan tidak mau bercerai. Walaupun suaminya telah ditetapkan tersangka oleh Polres Pacitan atas dugaan kasus cek palsu senilai Rp 3 Miliar yang dijadikan mahar.

“Masih cinta, kemarin bilang seperti itu kepada kami,” ungkap Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Rabu (10/12/2025) saat presrilis.

AKBP Ayub mengatakan begitu bukan tanpa sebab. Latar belakangnya adalah mobil yang digunakan Mbah Tarman untuk ke rumah Sheila Arika merupakan mobil rental.

“Mobil rental itu, kemudian itu digadaikan ke tetangga Sheila Arika di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar. Digadaikan senilai Rp 50 juta,” urainya.

Modus Cek Palsu dan Bukti "Cinta" Rp 50 Juta

Uang gadai, jelas dia, dibagikan kepada tamu yang datang di pernikahan Sheila Arika dan Tarman. Satu tamu mendapatkan amplop senilai Rp 100 ribu.

“Nah, orang tua Sheila Arika dan Sheila Arika semakin percaya bahwa cek senilai Rp 3 Miliar itu akan segera cair. Ya karena bagi-bagi itu,” tambahnya.

Namun usai pernikahan Sheila Arika dan Mbah Tarman viral karena mahar fantastis cek senilai Rp 3 miliar, bermunculan kasus. Termasuk tentang mobil rental yang digadaikan.

“Pemilik rental tidak terima. Menarik mobilnya itu. Tetapi tidak mau dikasuskan. Sedangkan yang memberi gadai tidak terima. Akhirnya, orang tua Sheila Arika memberikan sertifikat tanahnya,” urainya.

Akan tetapi, menurut AKBP Ayub keluarga Sheila Arika tetap tidak mau melaporkan hal tersebut. “Tapi sampai saat ini masih mencintai Mbah Tarman sebagai suami yang setia,” pungkasnya.

Kasus mahar fantastis cek senilai Rp 3 Miliar yang diberikan oleh Mbah Tarman kepada Sheila Arika warga Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jatim, memasuki babak baru. Pihak kepolisian menahan Mbah Tarman atas pemalsuan dokumen berupa cek senilai Rp 3 Miliar yang diberikan Mbah Tarman kepada Sheila Arika untuk mahar pernikahan beberapa waktu lalu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan