
Berita Terpopuler di Jawa Timur
Beberapa berita menarik dan menjadi perhatian masyarakat di Jawa Timur telah terangkum dalam Jatim terpopuler, Selasa (9/12/2025). Berikut adalah beberapa berita yang paling banyak dibaca dan menjadi sorotan.
Rasa Cemas Siswa SD Saat Belajar, Takut Atap Ambrol
Siswa kelas IV dan V di SDN 2 Singgahan, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jatim sedang mengalami masa sulit. Atap ruang kelas mereka ambrol, sehingga memaksa para siswa tetap mengikuti pelajaran di tengah rasa khawatir akan keselamatan mereka.
Pantauan di lokasi, siswa tetap belajar meskipun dalam kondisi yang tidak aman. Meski begitu, siswa kelas IV dan V SDN 2 Singgahan Ponorogo tampak semangat mengikuti kegiatan belajar dan mengajar (KBM).
Jumlah siswa kelas IV SDN 2 Singgahan Ponorogo adalah 4 orang, sedangkan untuk kelas V ada 2 orang. Mereka dijadikan satu dalam satu ruangan. Plafon dan atap ruangan tersebut sudah sangat rapuh dan nyaris ambrol. Tidak hanya atap plapon kelas yang ambrol, namun juga atap plapon teras kelas ambrol nyaris keseluruhan.
"Iya takut sebenarnya takut belajar disini, tapi ya gimana," ungkap siswa kelas IV SDN 1 Singgahan, Adhiasta Ibnu Hafiz, Senin (8/12/2025).
Arena Judi Sabung Ayam Digerebek
Polisi menggerebek arena judi sabung ayam di Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (5/12/2025). Namun saat petugas tiba, para pelaku sudah lebih dulu melarikan diri. Petugas hanya mendapati sejumlah perlengkapan sabung ayam di lokasi.
"Penggerebekan itu berdasarkan laporan dari masyarakat. Tapi saat petugas tiba di lokasi, mereka sudah kabur," kata Kapolsek Prambon AKP Sugiono, Senin (8/12/2025).
Sejumlah perlengkapan yang diduga digunakan untuk praktik sabung ayam ditemukan berserakan di lokasi. Di antaranya kurungan ayam, pembatas arena, alas gelanggang, hingga atribut lain yang biasa digunakan dalam taruhan. Seluruh barang tersebut kemudian dimusnahkan di tempat oleh petugas. Arena sabung ayam itu dibongkar oleh petugas, kemudian dibakar agar tidak bisa digunakan kembali.
Dari hasil pemeriksaan, lokasi itu ternyata bukan pertama kali dijadikan tempat judi sabung ayam. Sugiono menyebut pihaknya sudah mengantongi sejumlah informasi tambahan terkait pihak yang diduga sebagai pengelola arena tersebut.
"Petugas akan terus melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui siapa aktor di balik arena ini. Serta siapa saja yang biasa bermain sabung ayam di sana," tambahnya.
Menurut Kapolsek, penertiban tersebut diharapkan menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang masih nekat membuka arena perjudian di wilayah Prambon dan sekitarnya. Pihaknya juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga wilayah agar tetap aman dan kondusif.
Ia menegaskan, kegiatan sabung ayam baik berkedok tradisi, hiburan, maupun ajang taruhan tetap masuk ranah pelanggaran hukum. Karena itu, pihaknya memastikan tidak akan memberi ruang bagi praktik serupa.
Nasib Pria Ditusuk Saat Hendak Melerai
Seorang pria berinisial BF (31), warga Jalan Klayatan II Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang terluka cukup parah, usai menjadi korban pemukulan dan penusukan. Diketahui, korban ditusuk saat hendak melerai keributan antara dua kelompok anak muda yang terjadi di depan rumahnya.
Salah seorang warga, Joni (25) membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia tidak tahu detail penyebab yang membuat korban tiba-tiba ditusuk.
"Kejadiannya terjadi pada Sabtu (6/12/2025) malam, korban ditusuk saat keluar di depan rumahnya. Saya tidak tahu siapa yang menusuk, yang jelas korban langsung dibawa ke rumah sakit," ujarnya saat ditemui aiotradedi lokasi kejadian, Senin (8/12/2025).
Satu Pelaku Ditangkap, Dua Buron (DPO)
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukun, AKP Wardi Waluyo mengungkapkan, peristiwa itu berawal saat korban keluar rumah dan hendak melerai keributan antara dua kelompok anak muda.
"Kejadiannya terjadi pada Sabtu (6/12/2025) sekira pukul 22.37 WIB. Awalnya, terjadi keributan antara dua kelompok lalu korban keluar dari rumah," jelasnya.
Sesaat setelah keluar, ternyata keributan sudah reda. Kemudian, BF yang masih berdiri di depan pagar tiba-tiba dihampiri oleh pelaku yang berjumlah tiga orang. Tanpa alasan yang jelas, mereka langsung memukul dan menusuk korban. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian punggung, bahu dan pinggang.
"Korban ditusuk pakai pisau dapur yang tipis sampai pisaunya patah. Setelah menusuk korban, para pelaku langsung melarikan diri," tambahnya.
Mengetahui hal tersebut, ayah korban dibantu oleh beberapa warga lainnya langsung mengejar pelaku. Akhirnya, warga berhasil mengamankan satu pelaku berinisial DDS (29) dan dua pelaku lainnya berinisial RRI (28) dan HNP (28) berhasil kabur.
"Dari hasil penyelidikan, penusukan terjadi diduga salah sasaran karena pelaku mengira korban terlibat dalam keributan. Dan saat melakukan aksinya, para pelaku dalam kondisi mabuk minuman alkohol," bebernya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar