Javier Tebas Buka Suara Soal Rasisme yang Menimpa Vinicius Junior

Presiden La Liga Beri Dukungan Kepada Vinicius Junior


Presiden La Liga, Javier Tebas, memberikan dukungan yang tegas terhadap Vinicius Junior setelah bintang Real Madrid tersebut menghadapi berbagai kasus rasisme. Menurut Tebas, peningkatan kritik dan pelecehan yang dialami pemain asal Brasil itu tidak lepas dari prestasinya yang luar biasa di lapangan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Tebas dalam acara LaLiga dan Parlemen Eropa bertajuk "Kekuatan Semua Melawan Kebencian". Dalam forum tersebut, ia menyampaikan kecaman terhadap perilaku diskriminatif yang masih sering terjadi di dunia olahraga, khususnya sepak bola Spanyol. Komentar Tebas muncul di tengah situasi di mana para pemain top terus menghadapi pelecehan rasial, baik secara langsung maupun melalui media daring.

Penilaian Terhadap Situasi Real Madrid

Dalam kesempatan yang sama, Tebas juga diminta menanggapi situasi terkini Real Madrid. Klub ibu kota sedang berada di bawah sorotan, dengan Xabi Alonso menghadapi fase penting musim ini. Meski begitu, Tebas menyoroti daya tahan Madrid dalam menghadapi tekanan.

"Saya sudah melihat film ini berkali-kali sebelumnya. Real Madrid adalah tim yang tahu bagaimana bangkit dari ketertinggalan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Xabi Alonso memiliki Real Madrid dalam DNA-nya, dan percaya bahwa dia, para pemain, dan klub akan keluar sebagai pemenang.

Tebas juga menunjukkan dukungan penuh kepada Alonso. Ia menyarankan agar Alonso tetap menjadi dirinya sendiri. "Dia adalah pelatih yang sukses, dan itu bukan hal mudah di Bundesliga dengan tingkat persaingan yang tinggi di sana," tambahnya. Tebas yakin bahwa Alonso sudah sangat siap untuk mewujudkan hal tersebut.

Perhatian Terhadap Masalah Rasisme di Spanyol

Pembahasan kemudian berfokus pada laporan terbaru dari Observatorium tentang Rasisme dan Xenofobia di Spanyol. Laporan ini menegaskan bahwa masalah diskriminasi masih menjadi tantangan besar di dunia olahraga.

Menanggapi hal itu, Tebas menekankan perlunya perlindungan institusional yang lebih kuat bagi para pemain. "Kami akan terus berupaya untuk memastikan para pemain tidak menerima perlakuan buruk," jelasnya. Ia menambahkan bahwa pemain yang menonjol sering kali menjadi sasaran utama.

"Hal itu terjadi pada Vinicius: jika dia tidak begitu hebat dan seorang pemimpin yang luar biasa, dia mungkin tidak akan menerima begitu banyak serangan. Meskipun begitu, kita harus mencegah setiap agresi," ujarnya. Tebas menekankan bahwa jika seorang pemain menjadi sasaran khusus, maka perlindungan harus diberikan secara lebih dekat.

Pesan Jelas Mengenai Kebencian dalam Sepak Bola

Bagi Tebas, kasus Vinicius bukan hanya sekadar masalah individu, melainkan cermin dari tantangan besar sepak bola Spanyol dalam memberantas rasisme. Pesannya jelas: bakat besar tidak boleh dibayar dengan kebencian, dan perlindungan terhadap pemain harus menjadi prioritas bersama.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan