Jawa Tengah Raih 40 Penghargaan Nasional, Ahmad Luthfi: Ini Bukan Tujuan Akhir

Jawa Tengah Raih 40 Penghargaan Nasional, Ahmad Luthfi: Ini Bukan Tujuan Akhir

Berbagai Penghargaan yang Diraih Jawa Tengah pada Tahun 2025

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan sejumlah prestasi yang cukup menonjol sepanjang tahun 2025. Dari berbagai lembaga, kementerian, hingga organisasi masyarakat, Jawa Tengah berhasil meraih sedikitnya 40 penghargaan. Penghargaan ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan pemerintahan, tetapi juga sebagai indikator arah pembangunan yang tepat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama dari pemerintahan yang dipimpinnya. Namun, ia menekankan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat agar kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Kami ingin kebijakan kami mampu melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, dan membuka ruang investasi seluas-luasnya," ujarnya saat berada di Semarang, Selasa.

Penghargaan yang diraih berasal dari berbagai bidang, seperti pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, sektor kesehatan, pengendalian inflasi, hingga investasi daerah. Salah satu capaian terkemuka adalah dari sektor kesehatan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Program ini menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses layanan rujukan, sehingga berkontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting di Jawa Tengah hingga 17,1 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan tingkat nasional yang mencapai 19,8 persen.

Atas keberhasilan tersebut, Jawa Tengah memperoleh penghargaan sebagai intervensi spesifik stunting terbaik kategori Regional I dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan lainnya datang dari Kementerian Dalam Negeri bersama Tempo Media Group melalui ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025. Dalam ajang tersebut, Jawa Tengah dinilai unggul dalam peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan.

Selain itu, komitmen terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat juga diakui melalui penghargaan Swasti Saba 2025, sebagai bukti konsistensi pembinaan kabupaten dan kota sehat. Dalam hal tata kelola keuangan, Jawa Tengah kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk ke-14 kalinya secara beruntun.

Pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025, Gubernur Ahmad Luthfi juga menerima dua penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas komitmen pencegahan korupsi di daerah. Stabilitas ekonomi daerah dijaga melalui kebijakan yang bersifat aplikatif dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut mengantarkan Jawa Tengah kembali meraih predikat Tim Pengendali Inflasi Daerah berkinerja terbaik kawasan Jawa-Bali tahun 2025.

Iklim investasi pun terus diperkuat dengan sejumlah penghargaan, antara lain Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah 2025 dan Pioneer of Economic Empowerment. Sementara itu, gagasan Ahmad Luthfi dalam menyelamatkan kawasan pesisir Pantai Utara Jawa Tengah dari abrasi melalui program Mageri Segoro berhasil dicatatkan sebagai rekor oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Rangkaian prestasi tersebut dilengkapi dengan capaian Jawa Tengah sebagai Provinsi Terbaik I dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan, serta peringkat tinggi dalam pengembangan industri hijau dan inovasi pemerintahan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan