
nurulamin.proOperasi pencarian terhadap seorang warga lanjut usia yang dilaporkan hilang di kawasan perkebunan Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai Luwuk, Sulawesi Tengah, masih belum membuahkan hasil. Hingga hari keempat operasi SAR, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban di tengah medan hutan yang sulit dan penuh risiko.
Korban diketahui bernama Sail (90), seorang laki-laki lanjut usia yang dilaporkan hilang sejak Selasa, 30 Desember 2025. Saat itu, korban berangkat ke kebun cokelat bersama anaknya pada pukul 06.30 Wita. Kebun tersebut berjarak sekitar empat kilometer dari permukiman warga.
Setibanya di lokasi kebun, korban dan anaknya sempat terpisah. Anak korban memetik cokelat, sementara korban berada di sekitar pondok kebun. Namun sekitar pukul 11.00 Wita, saat anaknya kembali ke pondok untuk beristirahat, korban sudah tidak ditemukan di lokasi.
Upaya pencarian yang dilakukan oleh pihak keluarga dan masyarakat setempat sejak hari pertama belum membuahkan hasil. Kondisi korban yang diketahui memiliki riwayat pikun menambah kekhawatiran keluarga dan mempersempit kemungkinan perkiraan arah pergerakan korban.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan operasi pencarian. Pada Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 07.30 Wita, tim melaksanakan briefing, pengecekan peralatan, serta pembagian tugas sesuai standar operasional prosedur Basarnas.
Pencarian dilakukan menggunakan metode ESAR preliminary mode type 2 dengan radius 6,5 kilometer dari lokasi kejadian terakhir korban terlihat. Penyisiran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel.
Koordinator Lapangan, Liberatus Fangohoi, mengungkapkan bahwa pencarian dihadapkan pada sejumlah kendala serius. Salah satunya adalah banyaknya jalan setapak di sekitar lokasi kejadian, sehingga menyulitkan tim dalam menentukan arah kemungkinan pergerakan korban.
Selain itu, vegetasi hutan yang rapat membatasi jarak pandang tim SAR. Pergerakan harus dilakukan secara perlahan dan ekstra hati-hati. Ancaman lainnya datang dari keberadaan hewan buas, seperti ular, yang ditemukan tidak jauh dari area pencarian.
Hingga pukul 18.00 Wita pada hari yang sama, hasil operasi masih nihil. Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan debriefing dan memutuskan untuk melanjutkan operasi pencarian pada Minggu, 4 Januari 2026 pukul 07.00 Wita sesuai rencana operasi hari kelima.
Meski dihadapkan pada cuaca hujan ringan, medan berat, dan berbagai risiko di lapangan, Tim SAR Gabungan menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pencarian. Dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada dan tetap mengedepankan keselamatan personel, harapan untuk menemukan korban masih terus dijaga.***
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar