Perburuan Kursi Sekda NTB Memasuki Babak Baru
Perburuan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki babak baru. Sebanyak 10 figur tangguh kini beradu strategi dan kompetensi dalam lelang jabatan Sekda NTB. Tak hanya diramaikan pejabat internal Pemprov NTB, pertarungan kian memanas dengan masuknya dua pejabat pusat, dan satu pejabat kabupaten ke dalam gelanggang seleksi.
Dengan rekam jejak dan latar belakang beragam, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memiliki banyak pilihan stok pejabat untuk diangkat menjadi sekda. Posisi sekda bukan sekedar jabatan karier birokrasi. Perannya sangat vital dalam menentukan bagaimana program pembangunan dijalankan. Sekda juga menjadi penyelaras internal pemerintahan. Memastikankan visi misi gubernur dieksekusi dengan baik oleh organisasi perangkat daerah (OPD).
Bak permainan catur, penunjukkan sekda akan menentukan kesuksesan gubernur dalam memimpin NTB lima tahun ke depan. Berikut rekam jejak dan latar belakang 10 orang kandidat calon Sekda NTB.
1. Abul Chair – Akuntan dan Pengawas dengan Segudang Pengalaman

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Abul Chair, Ak. Dia saat ini menjabat sebagai kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur. Kehadirannya menjawab isu pejabat “impor” yang digadang-gadang sebagai calon kuat sekda. Dengan segudang pengalaman di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan, ia patut diperhitungkan sebagai kandidat kuat.
Gubernur NTB saat ini membutuhkan sosok yang kuat untuk memastikan belanja-belanja APBD berjalan efektif dan sesuai aturan. Sehingga bisa mengurangi risiko masalah hukum di kemudian hari. Abul Chair memiliki latar pendidikan yang mumpuni di bidang keuangan, dia kuliah di Universitas Jember tahun 1992 dengan jurusan D-III Akuntansi, kemudian dilanjutkan ke Sekolah Akuntansi Negara dengan jurusan sama.
Pada tahun 2000, Abul Chair kembali melanjutkan pendidikannya dengan mengambil D-IV/S1 Akuntansi di Sekolah Akuntansi Negara. Ia pertama kali menjadi pegawai BPKP di Irian Jaya yang kini menjadi Provinsi Papua, perlahan namun pasti karirnya di lembaga pengawasan ini semakin moncer. Ia sempat bertugas di beberapa daerah lainnya seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan beberapa provinsi lainnya.
Abul Chair resmi dilantik sebagai kepala BPKP Jawa Timur pada 13 Januari 2023 berdasarkan SK Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor KP.01.03/KEP-523/K/SU/2022. Kini dia mencoba peruntungan dengan mendaftarkan diri sebagai calon Sekda NTB, bersaing dengan sembilan kompetitor lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang jabatan.
2. Ahmad Saufi - Putra NTB Kaya Pengalaman Internasional

Selain Abul Chair, nama lain di luar pejabat Pemprov NTB ialah Ahmad Saufi yang saat ini menjabat Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Ahmad Saufi memiliki latar belakang yang mirip dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Ia memiliki pengalaman internasional dan karier di kementerian luar negeri.
Meski berkiprah di pemerintah pusat, Ahmad Saufi merupakan putra asli NTB. Ia lahir di Kota Mataram 2 Januari 1971. Saufi berhasil menamatkan pendidikan Biologi di Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1995, kemudian mengambil gelar magister di University of South Wales Sydney (UNSW Sidney), Jurusan Biotechnology tahun 2000. Sedangkan pendidikan S3-nya berhasil ditamatkan di Heinrich-Heini-Universitaet Duesseldroft German, Jurusan Biologi dengan predikat Cum Laude tahun 2007.
Saufi memulai karirnya dengan menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin pada tahun 2016-2020. Berbekal pengalaman dan ilmu yang sangat mumpuni, alumni IPB University ini dipercaya untuk menempati posisi sebagai Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kemendikbud-Ristek sejak Juni 2020. Dengan latar belakang yang hampir mirip dengan Gubernur Iqbal, Ia disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat dari luar Pemprov NTB.
3. Dr Yusron Hadi – Perjabat Berpengalaman Memimpin Banyak OPD NTB

Dari internal Pemprov NTB, para pelamar merupakan sosok pejabat senior kaya pengalaman memimpin berbagai OPD NTB. Salah satunya Dr Yusron Hadi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB. Mendaftar di menit-menit akhir, Yusron Hadi menjadi salah satu penantang dalam seleksi sekda tahun ini.
Yusron Hadi harus bersaing dengan sejumlah rekannya sesama kepala OPD Provinsi NTB. Ia merupakan sosok pejabat yang kaya pengalaman memimpin banyak OPD. Pada tahun 2015 – 20217, ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB. Kemudian dipercaya menjadi Kepala Biro Organisasi Setda NTB tahun 2017-2020. Setelah tiga tahun bertugas Yusron kemudian dilantik menjadi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2020-2021.
Setelah setahun menahkodai urusan perikanan dan kelautan, ia dipercaya sebagai Kepala Dinas Pariwisata NTB tahun 2021-2023. Salah satu dinas strategis yang menjadi wajah NTB. Tiga tahun kemudian Yusron ditunjuk menjadi Kasat Pol PP NTB tahun 2023 sebelum dipindah menjadi Staf Ahli Gubernur tahun 2023-2025. Sebelum menjabat kepala Diskominfotik NTB, ia pernah dipercaya sebagai Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB.
Dari segi pendidikan, Yusron tidak hanya menimba ilmu di dalam negeri, dia juga banyak mengikuti program pendidikan di luar negeri. Yusron Hadi menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Nasional Malang dengan mengambil jurusan teknik perencanaan wilayah dan kota tahun 1995. Pada tahun 2001, ia melanjutkan pendidikan magisternya di University of Canberra Australia dengan mengambil jurusan master of urban management. Untuk doktoralnya Yusron menyelesaikannya di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan konsentrasi ilmu pemerintahan.
Tak hanya pendidikan akademis, Yusron juga pernah mengikuti sejumlah pelatihan seperti regional development planning di Jepang, kemudian action plan di Australia. Pengalaman luar negeri lainnya juga mengikuti pelatihan the optimal site for kaboid turbin energy di Italia, financial provincial management di Australia, dan terakhir port planning and management di Jerman.
4. Dr Ahsanul Khalik – Camat Berprestasi Kini Menapaki Puncak Karier Birokrasi

Pejabat selanjutnya yang mendaftar sebagai calon sekada adalah Dr H Ahsanul Khalik. Ia saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur NTB bidang Sosial Kemasyarakatan. Keikutsertaan Khalik menjadi sinyal positif dalam sistem seleksi yang sedang berjalan. Gubernur NTB memberikan kesempatan yang setara kepada semua pejabat yang memenuhi syarat tanpa terkecuali.
Pejabat yang mendapatkan nilai cukup bagus pada assesment sebelumnya ini harus bersaing dengan sembilan nama lainnya, termasuk dua pejabat dari kementerian. Ahsanul Khalik sendiri bukan wajah baru di dunia birokrat NTB. Ia cukup aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari tugas dinas dan juga aktif di kepengurusan ormas Muhammadiyah.
Ia mengawali karier birokratnya di Kota Mataram sebagai Kasi Kesejahteraan Sosial pada Kantor Camat Cakranegara tahun 2002, kemudian sebagai Kasubag Otonomi Daerah Pemerintah Kota Mataram. Tahun 2008, Khalik dipercaya sebagai Camat Cakranegara Kota Mataram, sebelumnya akhirnya dillantik menjadi Staf Ahli Walikota Mataram. Khalik juga pernah menjabat sebagai kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram. Baru pada tahun 2016, ia hijrah ke Pemerintah Provinsi NTB sebagai Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil.
Pria kelahiran, Masbagik, 31 Desember 1990 ini juga pernah dipercaya sebagai Penjabat Sementara Bupati Lombok Timur. Kemudian sebagai kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, sebelum akhirnya kembali sebagai kepala Dinas Sosial NTB. Pada pertengahan tahun 2025 ini, Halik diamanatkan sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan.
Khalik menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Ilmu Administrasi Pemerintahan di Universitas Muhammadiyah Mataram, kemudian magister jurusan Hukum Keluarga Islam dan doktoralnya jurusan Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Mataram. Dia juga pernah mengikuti pendidikan kursus pimpinan Resimen Mahasiswa (Menwa) hingga Diklat PIM tingkat II. Khalik merupakan ASN berprestasi, ini dibuktikan dengan sederet penghargaan yang pernah diterima seperti camat terbaik se-NTB hingga Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan.
Tak sampai di situ, Khalik juga sudah menerbitkan tujuh karya tulis, mulai dari 'Nak Jangan Nikah Muda' hingga karya berjudul 'Desain Pembelajaran Masa Bencana Belajar dari Pandemi Covid-19'. Pengalaman organisasi Khalik tak diragukan, ia semasa mahasiswa ia pernah menjabat Komandan Batalyon 902 Waspada Purba Wisesa Perguruan Tinggi Swasta dan Institut Agama Islam Negeri Mataram. Senat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram dan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB. Dia juga pernah menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB tahun 2012-2022 lalu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar