Jejak Kemarahan di Kalibata dan Pelaku Pembakaran Ditangkap

Kericuhan di Jalan Raya Kalibata Memasuki Babak Baru

Pada pertengahan Desember 2025, sebuah kericuhan terjadi di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Peristiwa ini kini memasuki babak baru setelah polisi berhasil menangkap pelaku pembakaran yang merusak kios dan kendaraan warga.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, dalam rilis akhir tahun 2025 mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku pembakaran tersebut. Namun, proses pengembangan kasus masih berlangsung untuk mengungkap keterlibatan tersangka lainnya.

Awal Mula Kericuhan

Kericuhan tersebut bermula dari peristiwa pengeroyokan dua mata elang di area parkiran Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Enam orang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut, yang kemudian diketahui merupakan aparat kepolisian dari satuan pelayanan markas Mabes Polri. Akibat pengeroyokan tersebut, satu korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, menjelaskan bahwa kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok hingga satu meninggal di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit. Pengeroyokan dipicu oleh penolakan salah satu pelaku saat sepeda motornya hendak ditarik. Pelaku kemudian memanggil rekan-rekannya hingga konflik berujung fatal.

Amarah yang Meledak

Ketidaktahuan pihak keluarga dan rekan korban terkait identitas pelaku memicu kemarahan lanjutan. Saat malam tiba, sekelompok orang yang mengaku sebagai teman korban mendatangi lokasi kejadian. Mereka meminta agar pelaku yang mengeroyok diserahkan ke polisi, tetapi tidak mendapatkan informasi.

Karena tak mengetahui pelaku sebenarnya, kemarahan pun meluas. Pedagang kaki lima dan warga di sekitar lokasi menjadi sasaran pelampiasan. Kericuhan terjadi dua kali dalam satu malam. Pada gelombang pertama, tenda PKL dirusak, kaca kios dipecahkan, dan sepeda motor dibakar. Meski sempat dibubarkan polisi, amarah kembali meledak sekitar pukul 22.00 WIB.

Pembakaran yang Menghancurkan

Pada kericuhan kedua, api melahap kios-kios tanpa ampun. Sedikitnya sembilan kios terbakar, dengan dua di antaranya mengalami kerusakan parah. Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyebutkan bahwa dugaan pembakaran menggunakan bensin. Selain kios, enam sepeda motor dan satu mobil ikut hangus terbakar. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Nasib Pedagang yang Terpuruk

Di balik kobaran api, nasib pedagang nyaris melayang. Andi (66), salah satu korban, menjadi salah satu yang terjebak di dalam kios bersama tiga karyawannya. Mereka akhirnya membobol dinding kayu kios dan memanjat tembok gedung BPSDM Kemendagri untuk menyelamatkan diri. Andi mengalami luka gores akibat kawat berduri saat melarikan diri.

Kerugian yang dialami para pedagang mencapai ratusan juta rupiah per kios. Sebagian terpaksa menutup usaha, bahkan ada yang memilih pulang kampung karena merasa tak lagi memiliki masa depan di lokasi tersebut.

Penangkapan dan Pengembangan Kasus

Setelah penangkapan pelaku pembakaran, polisi masih menelusuri keterlibatan pihak lain dalam rangkaian kerusuhan yang meninggalkan luka panjang bagi Kalibata. Meskipun penangkapan telah dilakukan, identitas dan jumlah pelaku pembakaran belum diungkap secara detail. Proses pengembangan kasus akan terus berlangsung untuk mengungkap seluruh fakta yang terkait.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan