Jelajahi Museum Nasional dengan Koteka


Pada akhir November 2025, setelah mengikuti acara besar aiotrade yang bernama Kompasianival 2025, komunitas traveler aiotrade, yaitu Koteka, juga menyelenggarakan acara luring bertajuk Jelajah Museum Nasional di Jakarta Pusat. Acara ini merupakan bagian dari Koteka Trip 11 dan dilaksanakan keesokan harinya. Berikut pengalaman seru dan menarik selama perjalanan tersebut.

Lokasi Museum Nasional

Mencari Museum Nasional tidak terlalu sulit. Saat tiba di jalan Medan Merdeka Barat, kita bisa langsung mengenali bangunan tersebut karena ada patung gajah di depannya. Patung ini konon merupakan hadiah dari Raja Thailand, sehingga museum ini sering disebut sebagai Museum Gajah.

Pengalaman Masuk Museum

Kami berkumpul di lobby museum yang memiliki banyak pilar. Saya yang sudah cukup senior dapat masuk secara gratis dengan menunjukkan KTP, namun mbak Palupi telah membeli tiket masuk sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Koteka memberikan dukungan lebih kepada museum.

Setelah menerima informasi dari Zarna yang harus pulang dulu karena lupa membawa ponsel, kami berdelapan memasuki gedung museum. Dari pintu masuk, kami memasuki ruangan yang dipenuhi foto-foto para pahlawan nasional. Di sini, kami juga melalui booth pemindai wajah yang menghasilkan kesamaan wajah dengan salah satu pahlawan nasional.

Ruang Pameran yang Menarik

Museum Nasional tampak rapi dan megah setelah mengalami renovasi pasca-kebakaran. Ada empat lantai yang menjadi bagian dari pameran, antara lain: pameran busana Jepang-Indonesia, pameran Cahaya Peradaban Islam Indonesia, Melawan Tanpa Gentar, dan Ruang Pameran.

Karena waktu yang terbatas, mbak Palupi menyarankan kami langsung menuju lantai tiga, yaitu "Melawan Tanpa Gentar". Di lantai ini, ruangan dirancang seperti labirin tetapi memiliki petunjuk yang jelas. Kami bisa memasuki 14 ruang pamer secara berurutan dengan koleksi persenjataan yang digunakan saat berjuang, mulai dari bambu runcing, keris, pedang, senapan, perisai hingga meriam.

Ada ruang khusus yang membahas perjuangan pangeran Diponegoro, Raja Klungkung - Bali, Lombok, dan Pitamaha. Selain itu, terdapat koleksi perabotan dapur umum yang mendukung perjuangan para pejuang, miniatur tandu Jenderal Sudirman, radio komunikasi, mata uang pada masa perjuangan, dan kentongan yang sering digunakan pada masa revolusi.

Di bagian akhir, terdapat area untuk berfoto bersama pahlawan nasional setelah mendengarkan pidato Presiden pertama RI, Soekarno, yang berdiri bersama Wakil Presiden pertama, Hatta. Bahkan, kami sempat diminta untuk menari lenso.

Kesempatan Berfoto dan Kejadian Tak Terduga

Karena kami berpencar dan tidak berjalan bersama, saya khawatir sudah ditinggal teman-teman. Akhirnya, saya langsung menuju lobby dan menemukan mereka sedang asyik berfoto di taman di lantai dasar. Karena telepon saya dalam mode silent, saya tidak mendengar panggilan dari teman-teman untuk bergabung dalam foto group.

Kunjungan ke Sarinah Thamrin

Dari lobby, kami menggunakan dua taksi daring menuju Sarinah Thamrin. Di mall pertama di Jakarta dan Indonesia, yang dibangun dengan dana pampasan perang, kami langsung berfoto bersama di lokasi yang memiliki relief Sarinah. Lalu, kami turun ke lantai bawah untuk menuju gerai "Sari-sari", toko kue yang menjual jajan pasar nasional.

Koteka menawarkan subsidi dana untuk membeli jajan pasar. Bagi yang ingin membeli banyak untuk oleh-oleh keluarga, bisa menambahkan uang sendiri. Setelah berbelanja dan membayar masing-masing, kami beristirahat sambil menikmati jajan pasar.

Penutup

Acara Koteka Trip 11 - 2025 pun berakhir. Semoga kita bisa bertemu kembali di event Koteka berikutnya. Mari bersama Koteka, kita mewartakan ke seluruh dunia, wisata Indonesia yang indah dan menarik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan