Jembatan Mahulu Samarinda Kembali Ditabrak, Dinas PUPR Kaltim Lakukan Pemeriksaan Lapangan

Jembatan Mahulu Samarinda Kembali Ditabrak, Dinas PUPR Kaltim Lakukan Pemeriksaan Lapangan

Insiden Tabrakan Jembatan Mahakam Ulu Kembali Terjadi, Dinas PUPR Kaltim Lakukan Pemeriksaan

Pada dini hari Minggu (4/1/2026), kembali terjadi insiden tabrakan yang melibatkan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda. Kejadian ini menandai kembali munculnya masalah keamanan dan keselamatan di sekitar jembatan yang dibangun dengan dana APBD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebelumnya, pada 23 Desember 2025 lalu, jembatan ini juga pernah ditabrak oleh kapal tongkang batu bara. Kini, insiden serupa kembali terjadi dalam waktu kurang dari sebulan setelah kejadian pertama. Tidak hanya jembatan yang terkena dampak, rumah warga pun turut terkena benturan akibat kejadian ini.

Kerusakan yang Terjadi

Menurut informasi yang dihimpun, dua kapal terlibat dalam insiden kali ini. Pertama adalah Tugboat (TB) Bloro–7 yang menarik tongkang Roby–311. Diduga kuat, kapal ini mengalami lepas tali towing sehingga menabrak Jembatan Mahaku dan menyeret dapur rumah warga. Sementara itu, TB Raja Laksana–166 menarik tongkang Danny–66 yang mencoba mencegah benturan dari kapal lain.

Kapal tongkang bermuatan batu bara ini menabrak Jembatan Mahakam Ulu tepatnya pada pukul 01.17 Wita. Lokasi rumah yang terdampak berada sejauh 500 meter dari jembatan, yaitu di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.

Respons Dinas PUPR Kaltim

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kaltim merespons atas kejadian ini. Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan. Ia menyebutkan bahwa pengecekan akan dilakukan seperti yang dilakukan saat insiden sebelumnya.

“Kami bersama dinas terkait akan mengecek ke lapangan. Akan kami info kan segera,” ujarnya.

Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi lebih lanjut tentang kapan pengecekan akan dilakukan. Intinya, Dinas PUPR Kaltim akan memastikan apakah ada kerusakan pada pilar jembatan yang bisa membahayakan struktur bangunan tersebut.

Langkah Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Insiden ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan kesadaran masyarakat serta para pelaku angkutan laut untuk menjaga keamanan di sekitar area jembatan. Selain itu, diperlukan langkah-langkah pencegahan seperti pemasangan rambu-rambu, pengawasan ketat terhadap kapal-kapal yang melintasi daerah tersebut, serta sosialisasi kepada nelayan dan pengusaha angkutan laut.

Beberapa pihak juga menyarankan agar pemerintah setempat mempertimbangkan pembangunan infrastruktur tambahan yang dapat mengurangi risiko kecelakaan serupa di masa depan.

Tindakan Lanjutan

Selain pengecekan fisik jembatan, Dinas PUPR Kaltim juga akan meninjau kembali prosedur pengoperasian kapal-kapal di sekitar wilayah tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Masyarakat di sekitar lokasi kejadian juga diminta untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika menemukan kondisi atau aktivitas yang mencurigakan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir dan keamanan di sekitar Jembatan Mahaku dapat terjaga.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan