Jembatan Putus Akibat Banjir, Warga Kapalo Banda Pariaman Terisolasi, Bangun Jembatan Darurat

Jembatan Putus Akibat Banjir, Warga Kapalo Banda Pariaman Terisolasi, Bangun Jembatan Darurat

Warga Korong Kapalo Banda Bangun Jembatan Darurat Pasca Banjir Bandang

Jembatan yang menghubungkan wilayah Korong Kapalo Banda, Nagari Sungai Buluh Timur, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) runtuh akibat banjir bandang pada Kamis (27/12/2025). Kejadian tersebut menyebabkan daerah tersebut terisolasi dan tidak memiliki akses keluar-masuk. Akibatnya, dua jalur alternatif yang biasanya digunakan warga juga ikut rusak karena derasnya arus air.

Namun, kini akses tersebut sudah bisa dilalui kembali, meskipun hanya oleh kendaraan roda dua. Wali Korong Kapalo Banda, Andra Zulfi, menjelaskan bahwa jembatan darurat berbahan kayu dibangun untuk memulihkan akses warga menuju nagari tetangga. Ia mengatakan bahwa setelah jembatan putus, warga langsung melakukan gotong royong membangun jembatan tersebut segera setelah air surut pada Minggu.

Alhamdulillah sore harinya sudah bisa dilewati sepeda motor, ujarnya saat ditemui di lokasi.

Pembangunan jembatan darurat ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, dengan bantuan dari warga di rantau serta beberapa donatur. Biaya pembangunan murni berasal dari masyarakat dan bantuan para donatur. Menurut Andra, keberadaan jembatan ini sangat penting bagi warga dalam mengakses jalan utama menuju Jalan Lintas PadangBukittinggi di kawasan Batang Anai.

Jembatan ini sangat penting. Ini akses terdekat menuju daerah luar. Saat banjir kemarin kami benar-benar tak bisa keluar, jelasnya.

Andra mengungkapkan bahwa sejak 2018 hingga kini, jembatan di titik tersebut sudah enam kali dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Namun, selalu rusak karena sifatnya sementara dan berbahan kayu. Meski kembali dibangun dengan material kayu, ia berharap pemerintah dapat membangun jembatan permanen di lokasi itu.

Harapannya tentu dibangun permanen. Karena kalau air besar datang lagi, kemungkinan rusak lagi sangat besar, tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa warga masih terlihat bekerja memperkokoh konstruksi jembatan. Jembatan tersebut hanya bisa dilintasi satu kendaraan secara bergantian. Sementara itu, pelajar dan sejumlah warga tampak lalu-lalang melewati jembatan yang menghubungkan tiga korong di nagari tersebut.

Peran Gotong Royong dalam Pembangunan Jembatan

Gotong royong menjadi salah satu faktor utama dalam pembangunan jembatan darurat ini. Masyarakat Korong Kapalo Banda menunjukkan kekompakan dan kesadaran akan pentingnya akses jalan bagi kebutuhan sehari-hari. Meskipun jembatan ini bersifat sementara, peran warga dalam membangun dan merawatnya sangat penting.

  • Warga melibatkan diri dalam proses pembangunan.
  • Bantuan dari warga di rantau dan donatur turut mempercepat proses pembangunan.
  • Keterlibatan masyarakat mencerminkan solidaritas dan tanggung jawab sosial.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun jembatan darurat telah berfungsi, tantangan tetap ada. Material kayu yang digunakan cenderung rentan terhadap cuaca ekstrem. Hal ini membuat warga khawatir jika banjir kembali terjadi, jembatan akan kembali rusak. Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen di lokasi tersebut.

  • Jembatan sementara memiliki risiko kerusakan yang tinggi.
  • Masyarakat mengharapkan solusi jangka panjang dari pemerintah.
  • Diperlukan investasi untuk membangun infrastruktur yang lebih kuat dan tahan lama.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan