Jember Peringati HUT ke-97 Tanpa Pesta, Tunjukkan Empati Bencana Sumatera


JEMBER, nurulamin.pro
— Peringatan Hari Jadi ke-97 Kabupaten Jember diadakan dengan sederhana tanpa pesta rakyat, pada Jumat (2/1/2026), di Pendapa Wahyawibawagraha.

Kabupaten Jember resmi lahir pada 1 Januari 1929. Tahun ini, Pemkab memilih untuk menggelar doa bersama, silaturahmi, dan ramah tamah dengan masyarakat sebagai pengganti kembang api atau perayaan meriah.

Empati terhadap Korban Bencana
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk empati terhadap bencana yang menimpa Sumatra dan Aceh.

“Hari ini NKRI sedang diuji dengan bencana, sehingga sejak Tahun Baru hingga hari ini kita tidak mengadakan pesta kembang api atau pesta yang lain,” ujarnya.

Peringatan digelar bersama berbagai unsur masyarakat, termasuk pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, sopir angkot, abang becak, juru parkir, hingga petugas kebersihan.

Menurut Fawait, langkah ini menjadi simbol dalam menempatkan rakyat kecil sebagai prioritas pembangunan, sekaligus refleksi untuk perbaikan program daerah.

Ia juga meminta doa agar mampu menjalankan amanah dengan baik selama masa jabatan lima tahun ke depan, serta menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan selama 10 bulan memimpin Jember bersama wakilnya, Djoko Susanto.

Program Pemberdayaan Ekonomi
Fawait menegaskan komitmen Pemkab untuk melaksanakan program pemberdayaan ekonomi pertengahan hingga akhir 2026, dengan fokus pada keluarga pekerja sektor informal, khususnya para istri, guna memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.

Selain itu, Pemkab akan memperluas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, santri pondok pesantren, hingga anak-anak jalanan yang putus sekolah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya soal fisik, tapi juga kesejahteraan masyarakat,” tegas Fawait.

Pendekatan Berbasis Kesejahteraan
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkab Jember juga melakukan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Beberapa program unggulan yang telah dicanangkan antara lain:

  • Peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu
  • Pengembangan pendidikan yang inklusif, terutama bagi anak-anak dari keluarga rentan
  • Program pelatihan keterampilan bagi para ibu rumah tangga untuk mendukung perekonomian keluarga

Selain itu, Pemkab juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua program yang dilaksanakan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil atau kurang terlayani.

Kepedulian terhadap Masa Depan Generasi Muda
Salah satu fokus utama dari Pemkab adalah pengembangan potensi generasi muda melalui berbagai program edukasi dan vokasi.

Tujuan dari program ini adalah untuk membantu anak-anak dan remaja yang tinggal di lingkungan miskin atau terlantar agar memiliki kesempatan yang sama dalam mengejar pendidikan dan pengembangan diri.

Program seperti pelatihan keterampilan, bimbingan belajar, serta akses pendidikan yang lebih mudah juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Jember.

Tantangan dan Harapan
Meski ada banyak tantangan yang dihadapi, Pemkab Jember tetap optimis bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, daerah ini dapat mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik.

Dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat, Pemkab berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan berkualitas bagi seluruh warga Jember.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan