Jenazah Atlet Terjun Payung Ditemukan di Laut Pangandaran

Penemuan Jenazah Atlet Terjun Payung yang Jatuh di Teluk Pangelek

Jenazah Widiasih, seorang atlet korban kecelakaan terjun payung yang dilaporkan jatuh di perairan Teluk Pangelek, Pangandaran, ditemukan pada Jumat pagi, 2 Januari 2026. Jenazah korban yang berusia 58 tahun itu ditemukan setelah hari keempat pencarian, setelah jatuh ke laut pada Selasa, 30 Desember 2025.

Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Hendra Rochmawan mengatakan jenazah Widiasih ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB di kawasan Pantai Karapyak, yang merupakan wilayah perbatasan antara Cilacap dan Pangandaran. Penemuan jenazah korban bermula dari laporan nelayan asal Cilacap yang sedang melaut dan melihat sesosok jenazah mengapung.

Jenazah Widiasih ditemukan sekitar 17 mil laut dari bibir Pantai Batukaras. “Informasi awal diterima dari nelayan perahu Murah Rezeki yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan,” kata Hendra dalam keterangan tertulisnya.

Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari Ditpolairud Polda Jabar, Polres Pangandaran, Basarnas, Brimob, TNI AL, serta relawan SAR bergerak menuju lokasi. Proses evakuasi di tengah laut berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam menggunakan perahu katir SAR Batukaras dan unit Rigid Inflatable Boat milik Ditpolairud.

“Sekitar pukul 09.30 WIB tiba di pesisir Pantai Batukaras dan jenazah langsung dibawa ke RS Pandega untuk penanganan medis dan identifikasi lebih lanjut,” ujar Hendra.

Ia mengingatkan masyarakat perihal pentingnya faktor keselamatan dalam beraktivitas di luar ruangan. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, khususnya kegiatan wisata dan olahraga ekstrem. “Pastikan untuk selalu mematuhi standar prosedur keselamatan yang berlaku guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Peristiwa Nahas yang Mengakibatkan Kecelakaan

Peristiwa nahas itu bermula saat pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru, Pangandaran, sekitar pukul 10.15 WIB dengan membawa lima atlet terjun payung. Pada ketinggian sekitar 10 ribu kaki, terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan, sehingga kelima penerjun kehilangan kendali dan arah pendaratan.

"Ketiga penerjun berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat, sementara dua penerjun lainnya jatuh ke perairan laut," kata Kapolres Pangandaran Ajun Komisaris Besar Andri Kurniawan seperti dikutip Antara.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Proses pencarian jenazah Widiasih berlangsung selama empat hari. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi dan relawan SAR bekerja sama untuk mencari korban di perairan Teluk Pangelek. Mereka melakukan pencarian secara menyeluruh, termasuk penggunaan alat-alat pendukung seperti perahu karet dan kapal khusus SAR.

Selain itu, para nelayan juga berperan penting dalam proses pencarian. Mereka memberikan informasi tentang lokasi jenazah yang ditemukan, sehingga mempercepat proses evakuasi. Dengan bantuan teknologi dan koordinasi yang baik, jenazah akhirnya ditemukan dan dievakuasi ke rumah sakit untuk identifikasi lebih lanjut.

Pentingnya Keselamatan dalam Olahraga Ekstrem

Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tertarik pada olahraga ekstrem seperti terjun payung. Faktor keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. Setiap kegiatan yang dilakukan di luar ruangan, terutama yang melibatkan risiko tinggi, harus disertai dengan persiapan yang matang dan pemahaman akan prosedur keselamatan.

Banyaknya insiden serupa menunjukkan bahwa kesadaran akan keselamatan perlu ditingkatkan. Pelatihan yang memadai, peralatan yang memenuhi standar, dan pengawasan yang ketat adalah beberapa langkah penting yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Kesimpulan

Penemuan jenazah Widiasih setelah empat hari pencarian menunjukkan betapa kompleksnya proses evakuasi di laut. Dengan kerja sama yang baik antara berbagai pihak, akhirnya jenazah bisa ditemukan dan dibawa ke tempat yang tepat untuk penanganan lebih lanjut. Kejadian ini juga mengingatkan kita semua akan pentingnya keselamatan dalam segala aktivitas, terutama dalam olahraga ekstrem.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan