
Penemuan Jenazah Diduga Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo
Pada hari Minggu, 4 Januari 2026 sekitar pukul 08:46 Wita, satu jenazah diduga korban dari KM Putri Sakinah yang tenggelam di wilayah Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil ditemukan. Kejadian ini terjadi di Selat Padar, lokasi yang menjadi pusat pencarian selama beberapa hari terakhir.
Jenazah tersebut ditemukan dalam posisi mengapung dengan menggunakan celana berwarna orange. Pencarian dilakukan oleh KPC XX-II 2027 dari Dirpolairud Polda NTT bersama dengan Tim SAR Gabungan. Proses pencarian dan evakuasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unit kepolisian dan lembaga penyelamat.
Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi menggunakan RIB Basarnas, RIB DitPolairud Polda NTT, serta spead KSOP. Setelah itu, jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa menuju KN SAR Puntadewa untuk kemudian diangkut ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Proses evakuasi ini membutuhkan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait.
Reporter nurulamin.pro, Petrus Christian Gonsales, yang turut serta dalam rombongan pencarian korban, melaporkan bahwa jenazah ditemukan dalam kondisi mengapung di Selat Padar. Meskipun demikian, hingga saat ini belum diketahui jenis kelamin dari jenazah tersebut. Namun, kondisi tubuh jenazah sudah membengkak, yang menunjukkan bahwa jenazah telah berada di bawah air selama beberapa waktu.
Proses evakuasi menghadapi tantangan berupa angin kencang dan gelombang tinggi, yang membuat operasi penyelamatan lebih sulit. Hal ini terjadi setelah KM Putri Sakinah tenggelam pada Jumat, 26 Desember 2025 lalu. Dampak cuaca buruk ini juga memengaruhi proses pencarian dan penemuan jenazah.
Moa, salah satu petugas yang terlibat dalam evakuasi, menjelaskan bahwa jenazah dievakuasi dengan menggunakan RIB Basarnas, RIB DitPolairud Polda NTT, serta spead KSOP. Setelah itu, jenazah dibawa ke KN SAR Puntadewa untuk diproses lebih lanjut.
Proses Evakuasi dan Koordinasi Tim
Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam proses evakuasi jenazah:
- Jenazah ditemukan dalam posisi mengapung di Selat Padar
- Diangkut menggunakan RIB Basarnas, RIB DitPolairud Polda NTT, dan spead KSOP
- Dimasukkan ke dalam kantong jenazah
- Dibawa ke KN SAR Puntadewa untuk dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo
Proses ini menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara berbagai instansi yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Dengan penggunaan peralatan dan sumber daya yang memadai, proses evakuasi dapat dilakukan secara efektif meskipun menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar