
TOKYO, nurulamin.pro
Pergantian tahun 2026 menjadi momen penting bagi berbagai negara di dunia, termasuk Jepang dan Korea Selatan yang memiliki tradisi unik dalam merayakan awal tahun. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan harapan untuk masa depan, tetapi juga menjadi bentuk refleksi terhadap tahun sebelumnya.
Di Jepang, masyarakat memulai tahun baru dengan ritual keagamaan dan kebiasaan turun-temurun yang sudah ada sejak lama. Salah satu tradisi paling ikonik adalah pembunyian lonceng kuil tepat pada tengah malam. Perayaan ini melambangkan pembersihan diri dan kesempatan baru. Banyak warga juga memilih untuk mendaki gunung agar bisa menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2026. Tradisi ini dianggap sebagai doa untuk kesehatan dan keberuntungan.
Selain itu, di rumah-rumah, masyarakat Jepang biasanya menyantap mi panjang. Mi ini memiliki bentuk yang memanjang tanpa putus, sehingga menjadi simbol harapan umur panjang dan kebahagiaan. Tradisi ini sering kali dilakukan bersama keluarga, menandai awal tahun baru dengan rasa hangat dan kebersamaan.
Sementara itu, di ibu kota Korea Selatan, Seoul, pergantian tahun ditandai dengan upacara lonceng di Bosingak Pavilion. Lonceng dibunyikan sebagai tanda resmi masuknya tahun baru, dan disaksikan oleh warga yang berkumpul untuk mengikuti hitung mundur. Upacara ini menjadi simbol kesinambungan sejarah dan harapan kolektif masyarakat Korea Selatan di awal 2026.
Di luar Asia Timur, perayaan Tahun Baru membawa nuansa yang berbeda. Di Palestina, khususnya Jalur Gaza, harapan akan perdamaian mengiringi masuknya 2026. Warga Palestina yang mengungsi akibat konflik antara Israel dan Hamas berharap tahun baru membawa akhir dari konflik yang telah berlangsung selama dua tahun. Ribuan orang masih bertahan di kamp-kamp tenda dengan kondisi serba terbatas.
“Kami berharap ini menjadi tahun yang baik bagi rakyat Palestina,” ujar Faraj Rasheed, yang menggambarkan keinginan akan kehidupan yang lebih aman dan bermartabat. Bagi sebagian lainnya, 2025 dikenang sebagai tahun kehilangan dan penderitaan, termasuk Mirvat Abed Al-Aal yang terusir dari Rafah di selatan Gaza.
Di Amerika Serikat, perayaan Tahun Baru di New York City berlangsung dengan pengamanan ekstra. Kepolisian New York menerapkan langkah antiterorisme tambahan di sekitar Times Square, termasuk tim penyaringan bergerak. Komisaris Kepolisian New York Jessica Tisch menegaskan bahwa langkah tersebut bersifat preventif dan tidak dipicu ancaman spesifik.
Usai bola Times Square dijatuhkan, simbol perayaan itu kembali dinaikkan dengan warna merah, putih, dan biru sebagai penanda mendekati peringatan 250 tahun Amerika Serikat. New York juga memasuki fase transisi kepemimpinan. Zohran Mamdani dijadwalkan mulai menjabat pada awal 2026, dengan dua rangkaian pelantikan—diawali upacara seremonial tertutup sekitar tengah malam di sebuah stasiun kereta bawah tanah lama.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar